IRGC Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga AS Stop Campur Tangan
BeritaNasional.com - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas usai kedua negara tersebut saling serang perkara Selat Hormuz. Bahkan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup untuk pelayaran sampai AS mengakhiri campur tangan "ilegal" di kawasan tersebut.
Melansir Russian Today (RT) pada Minggu (12/7/2026), pernyataan itu disampaikan IRGC saat AS dilaporkan mendesak para negosiator Iran untuk menyatakan selat tersebut sepenuhnya terbuka untuk pelayaran komersial, usai pembicaraan dengan para mediator di Oman pada Sabtu (11/7/2026).
“Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan hingga berakhirnya intervensi AS di wilayah tersebut. Tidak ada kapal yang diizinkan untuk melintasi jalur air tersebut,” kata Angkatan Laut IRGC.
“Jika musuh menggunakan insiden yang mereka sebabkan sendiri sebagai dalih untuk melakukan kesalahan lain dan melancarkan tindakan agresi baru terhadap kita, mereka akan menghadapi respons yang tegas, dan pangkalan musuh di wilayah tersebut akan menjadi sasaran,” tambah IRGC.
Sebelumnya dibberitakan, AS terus melancarkan serangan terhadap Iran pada hari Rabu (8/7/2026) dan Kamis (9/7/2026) setelah beberapa kapal tanker dari sejumlah negara terkena proyektil di Selat Hormuz.
Meskipun Iran tidak secara terbuka mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, mereka sebelumnya menegaskan bahwa semua kapal yang melintasi Selat Hormuz harus mengikuti instruksi IRGC dan menggunakan jalur pelayaran yang telah ditentukan.
Sumber: Russia Today
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 23 jam yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu






