Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri, LNG Abadi Masela Prioritaskan 60 Persen Produksi Gas

Oleh: Lydia Fransisca
Jumat, 17 Juli 2026 | 13:13 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (BeritaNasional/Biro Pers)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (BeritaNasional/Biro Pers)

BeritaNasional.com -  Pemerintah menargetkan sebagian besar produksi gas dari Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai Presiden Prabowo Subianto melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek yang berlokasi di Laut Arafura, Maluku pada Kamis (16/7/2026) kemarin.

Proyek senilai sekitar USD20,9 miliar itu diproyeksikan menjadi salah satu proyek gas terbesar di Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur.

Bahlil mengatakan, pemerintah memprioritaskan pasokan gas dari Lapangan Abadi untuk memperkuat kebutuhan energi dan industri nasional.

"Gas yang dihasilkan nanti sekitar 60 persen minimal akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sedangkan maksimal 40 persen untuk ekspor," kata Bahlil.

Menurut dia, gas tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan industri hilir, termasuk industri pupuk, serta memasok kebutuhan energi sejumlah perusahaan.

"Pupuk akan membangun industri hilirisasi di sini. Kemudian sebagian gas juga akan kita salurkan kepada PLN, PGN, dan beberapa perusahaan swasta. Langkah ini sekaligus meningkatkan nilai tambah dan mendorong penciptaan nilai ekonomi di daerah," terangnya.

Proyek LNG Abadi Masela memiliki potensi cadangan gas mencapai 18,54 triliun kaki kubik (TCF) dengan kapasitas produksi 9,5 juta ton gas alam cair per tahun. 

Selain itu, Lapangan Abadi akan memasok sekitar 150 juta kaki kubik gas per hari untuk kebutuhan industri dalam negeri dan menghasilkan sekitar 35.000 barel kondensat per hari.

Pemerintah memperkirakan proyek tersebut akan menghasilkan penerimaan langsung bagi negara sekitar USD37,8 miliar selama masa konstruksi hingga operasi, dengan kontribusi pajak tidak langsung sekitar USD6,43 miliar.

Selain itu, proyek diperkirakan menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja langsung pada masa konstruksi dan sekitar 800 hingga 1.000 tenaga kerja saat memasuki tahap operasi.

Ladang Gas Abadi di Blok Masela dikelola oleh konsorsium INPEX Masela Ltd dengan kepemilikan saham 65 persen, Pertamina Hulu Energi 20%, dan Petronas Masela Sdn Bhd 15%.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: