Uji Coba Starship V3: SpaceX Sukses Lepas Satelit Starlink Baru, tapi Roket Pendorong Gagal Mendarat
BeritaNasional.com - SpaceX sukses meluncurkan satelit Starlink generasi ketiga (V3) perdana pada Jumat (24/7/2026) waktu setempat.
Peluncuran ini menggunakan prototipe roket raksasa Starship versi terbaru dalam misi penerbangan uji coba yang ke-13.
Kendati misi utama pelepasan satelit berhasil, perusahaan milik Elon Musk ini kembali menghadapi kendala setelah roket pendorong (booster) Super Heavy mengalami kegagalan saat simulasi pendaratan di Teluk Meksiko.
Ini menjadi kegagalan booster kedua bagi SpaceX pada varian Starship V3. Sebelumnya, pada uji coba perdana versi V3 Mei lalu, komponen Super Heavy juga mengalami malafungsi sesaat setelah terpisah dari badan utama roket.
Uji coba kali ini sejatinya merupakan penjadwalan ulang. Seminggu sebelumnya, SpaceX terpaksa membatalkan peluncuran sesaat setelah mesin dinyalakan akibat kendala teknis.
Perusahaan kemudian bergerak cepat mengganti enam mesin roket demi memastikan penerbangan hari Jumat dapat terealisasi.
Dalam prosesnya, booster Super Heavy sebenarnya mampu melaju lebih jauh dibanding riwayat penerbangan sebelumnya.
Sayangnya, saat fase krusial simulasi pendaratan di atas air, roket tidak dapat mengaktifkan seluruh mesin yang diperlukan untuk melakukan pengereman.
Akibatnya, booster menghantam permukaan air laut dengan kecepatan tinggi lalu meledak.
Peluncuran ini merupakan yang pertama sejak SpaceX resmi melantai di bursa saham melalui Initial Public Offering (IPO) raksasa pada Juni lalu.
Menyusul pembatalan peluncuran pekan lalu, saham SpaceX sempat tertekan dan melanjutkan tren koreksi dari level tertingginya di atas USD 200 menjadi USD 115 per lembar pada penutupan perdagangan Jumat.
Pascainsiden meledaknya booster pada perdagangan setelah jam kerja (after-hours trading), saham SpaceX sempat melemah lagi 2 persen sebelum akhirnya pulih sebagian.
Catatan Positif dari Tahap Atas Starship
Di sisi lain, performa pesawat utama (tahap atas) Starship V3 justru menunjukkan progres signifikan dibandingkan uji coba bulan Mei. Saat itu, pesawat sempat kehilangan mesin roket.
Kali ini, Starship melenggang mulus tanpa kendala berarti hingga sukses melepaskan muatan satelit Starlink terbaru.
Sekitar satu jam setelah lepas landas, pesawat raksasa tersebut berhasil melewati fase ekstrem gesekan atmosfer (re-entry) dan melakukan simulasi pendaratan di Samudra Hindia.
Berbeda dengan misi-misi terdahulu yang kerap berakhir dengan ledakan saat menyentuh air, kali ini Starship tetap utuh dan mengapung. Momentum ini dimanfaatkan SpaceX untuk mengerahkan drone guna menginspeksi kondisi ubin pelindung panas secara mendetail.
Tantangan Profitabilitas Starlink dan Target Masa Depan
Tantangan belum sepenuhnya usai. Karena Starship belum mampu mencapai orbit Bumi secara sempurna, 60 satelit Starlink baru yang dilepaskan tersebut pada akhirnya terbakar di atmosfer sekitar 20 menit pasca-peluncuran.
Kendati demikian, keberhasilan SpaceX membangun komunikasi dengan seluruh satelit selama berada di ruang angkasa dinilai sebagai lompatan besar bagi program Starlink yang saat ini menjadi motor utama profitabilitas perusahaan.
Kehadiran satelit V3 diproyeksikan bakal mendongkrak efisiensi ekonomi jaringan internet satelit SpaceX.
Pihak manajemen mengeklaim peluncuran 60 satelit V3 menggunakan Starship berpotensi meningkatkan kapasitas downlink hingga 20 kali lipat dibandingkan dengan muatan yang dibawa oleh roket Falcon 9.
Sumber: TechCrunch
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu





