Cegah Bentrok Susulan, Jalan Tambak Menteng Dijaga 188 Personel Gabungan

Oleh: Bachtiarudin Alam
Senin, 27 Juli 2026 | 11:13 WIB
Tawuran di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (4/5/2025) silam. (Foto/Istimewa)
Tawuran di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (4/5/2025) silam. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Sebanyak 188 personel masih berjaga di lokasi bentrokan Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (27/7/2026) pagi. 

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri menjelaskan, kehadiran aparat untuk mengantisipasi bentrokan susulan setelah insiden yang menewaskan seorang warga.

“Masih dijaga. Antisipasi pascabentrok,” kata Erlyn saat dikonfirmasi pada Senin (27/7/2026).

Menurut Erlyn, penempatan ratusan personel terdiri dari TNI, Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek Menteng sebagaimana hasil dari apel pengamanan pada Minggu, (26/7/2026) kemarin malam. 

“Pelaksanaan apel semalam ada 188 personel gabungan TNI, personel Polda, Polres Jakpus, dan Polsek Menteng,” jelasnya.

Sebelumnya, Polisi telah menangkap tiga orang terkait kasus dugaan penganiayaan berujung jatuhnya korban saat bentrokan dua kelompok di di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold Elisa Partomuan Hutagalung menyebut ketiga orang yang ditangkap inisial S,T, dan U yang diduga terlibat penganiayaan terhadap K dan DS. 

“Dan kami secara penegakan hukum telah mengamankan tiga orang warga yang terlibat di dalam melakukan penganiayaan tersebut yaitu saudara S, saudara T, dan saudara U yang saat ini sudah diamankan di Polsek Menteng. Dilakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengetahui asal-muasal peristiwa tersebut,” kata Reynold kepada wartawan, Minggu (26/7/2026).

Ketiganya ditangkap untuk diperiksa kepolisian, guna menetapkan status hukumnya. Diketahui dari aksi S, T, dan U dalam bentrokan ini telah memakan korban inisial K (23) yang tewas setelah sempat dievakuasi bersama korban lainnya berinisial DS ke RSCM.

“Dan mengakibatkan warga spontan karena merasa bahwasanya terusik warga lingkungan sekitar, sehingga melakukan pelemparan yang mengakibatkan dua orang di lokasi ini harus dievakuasi dengan kepolisian ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Dengan inisial yang satu atas nama inisial K, dan yang satu DS,” kata Reynold.

“Kami juga turut berduka cita bahwasanya dengan informasi yang ada, saudara K umur 23 telah meninggal dunia,” lanjut dia.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: