Pemprov DKI Fokus Bangun RDF, Begini Nasib Lahan ITF Sunter

BeritaNasional.com - Pemprov DKI Jakarta tengah gencar membangun fasilitas pengolahan sampah untuk mengurangi beban di TPST Bantargebang. Pemprov DKI pun fokus membangun RDF Plant.
Sebelum memilih membangun RDF Plant, Pemprov DKI terlebih dahulu membangun ITF di Sunter, Jakarta Utara. Bahkan, sudah dilakukan ground breaking. Namun, kini lahan ITF terbengkalai.
Sebagai informasi, ITF mengelola sampah menjadi energi terbarukan yang rencananya akan dijual ke PLN. Sedangkan, RDF mengubah sampah menjadi bahan bakar setara batu bara muda yang dijual ke pabrik semen.
Kepala Dinas Lingkungan DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, lahan ITF kini dikelola oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Jakpro telah menyewa lahan ITF sejak 2022 untuk 28 tahun.
"Pemanfaatannya itu memang karena beberapa tahun yang lalu akan dijadikan ITF, maka lahan itu sudah disewa oleh Jakpro kalau nggak salah selama 28 tahun, disewanya sejak 3 tahun yang lalu itu," kata Asep kepada wartawan, Kamis (27/2/2025).
Oleh karena itu, Dinas LH menyerahkan sepenuhnya kepada Jakpro untuk menjadikan lahan ITF sebagai tempat apapun.
"Nah pada saat ITF terhenti saat ini, maka pengelolaan lahannya menjadi kewenangan Jakpro," ujar Asep.
Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI bakal membangun tiga RDF Plant lagi untuk mengatasi persoalan sampah di Jakarta. Wakil Gubernur DKI Rano Karno mengatakan, Jakarta bisa menghasilkan sampah 8.000 ton per hari.
Dengan sampah sebanyak itu, Pemprov DKI baru bisa mengolahnya di RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara dengan kapasitas 2.500 ton per hari dan TPST Bantargebang yang berkapasitas 1.000 ton.
Maka dari itu, Rano menegaskan bahwa Jakarta butuh lebih banyak tempat pengolahan sampah RDF.
"Nah jadi kalau memang sampah Jakarta 8.000 (ton), minimal kita harus punya tiga (RDF). Itulah salah satu usaha," kata Rano kepada wartawan, dikutip Rabu (26/2/2025).
Rano berujar, RDF ini akan dibangun di tiga kota administrasi Jakarta selain Jakarta Utara. Tujuannya, agar sampah di suatu kawasan selesai diurus di daerah itu juga.
"Kalau memang ingin bikin RDF lagi. Kita harus pecah di beberapa wilayah. Misalnya di Jakarta Barat kita bikin. Karena kapasitas tampung nggak bisa lebih dari 2.500 ton per hari," jelas Rano.
"Satu mungkin Pulau Seribu tapi artinya barat, pusat itu juga harus menjadi, harus kita cari solusinya karena kalo kita full di satu tempat, pada waktu delivery sampah ke sini, maaf jalanan kecil saja saya protes, gimana nanti ketmu bawa sampah keluar ke sini, jadi lebih bagus memang kita membuat RDF di tempat-tempat yang ada di wilayah itu," tambahnya.
8 bulan yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu