Senin, 31 Maret 2025
JADWAL SALAT & IMSAKIAH
Imsak
00:00
Subuh
00:00
Zuhur
00:00
Ashar
00:00
Magrib
00:00
Isya
00:00

Tradisi Unik saat Lebaran di Berbagai Daerah Indonesia

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 27 Maret 2025 | 06:30 WIB
Tradisi Grebeg Syawal. (Foto/Kemenparekraf).
Tradisi Grebeg Syawal. (Foto/Kemenparekraf).

BeritaNasional.com - Lebaran Idul Fitri di Indonesia tak hanya menjadi momen untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan, namun juga dihadirkan dengan berbagai tradisi unik dari masing-masing daerah. 

Di setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam merayakan hari kemenangan ini, sebagai cerminan kekayaan budaya di Nusantara. Berikut ini 12 tradisi unik lebaran dari berbagai daerah Indonesia. 

1. Meugang – Aceh

Tradisi Meugang ini dilakukan menjelang Idul Fitri dengan membeli dan memasak daging sebagai hidangan utama. Tradisi Meugang ini juga menjadi bentuk hadiah bagi diri sendiri dan keluarga setelah berpuasa selama sebulan. 

Masyarakat juga berbagi makanan dengan tetangga dan kerabat untuk mempererat tali silaturahmi. Tradisi ini juga menjadi ajang berbagi dengan kaum dhuafa supaya semua lapisan masyarakat dapat ikut merasakan kebahagiaan menjelang hari raya. 

2. Grebeg Syawal – Yogyakarta 

Grebeg Syawal adalah tradisi berasal dari Keraton Yogyakarta yang dilakukan setiap 1 Syawal atau bertepatan pada Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini sudah ada sejak abad ke-16 sebagai bentuk rasa syukur setelah melewati bulan Ramadan. 

Acara ini dimeriahkan dengan arak-arakan tujuh gunungan hasil bumi dan makanan yang akan diperebutkan oleh masyarakat setelah didoakan. Gunungan ini mencerminkan simbol kemakmuran dan berbagi rezeki kepada masyarakat. 

3. Perang Topat – Lombok, Nusa Tenggara Barat 

Tradisi Perang Topat atau "perang ketupat" melambangkan kerukunan antara umat Hindu dan Islam. Tradisi tersebut diawali dengan doa dan ziarah makam-makam leluhur sebelum masyarakat mulai saling melempar ketupat dalam suasana yang penuh kegembiraan. Ketupat digunakan dalam perang ini dipercaya membawa berkah dan kesuburan. 

4. Pawai Pengon – Jember

Di hari ke-7 syawal, masyarakat Jember mengadakan Pawai Pengon yang di mana gerobak dihiasi janur kuning ditarik oleh dua ekor sapi mengelilingi desa. Setiap gerobaknya membawa ketupat dan hasil bumi sebagai simbol keberkahan. Pawai ini menjadi ajang kebersamaan dan rasa syukur masyarakat setelah menjalani ibadah Ramadan. 

5. Ngejot – Bali

Umat Islam dan Hindu saling berbagi makanan dalam tradisi Ngejot ini. Makanan khas lebaran seperti ketupat dan opor, juga hidangan khas Bali dibagikan kepada tetangga sebagai simbol kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama. 

6. Ronjok Sayak – Bengkulu

Ronjok Sayak merupakan tradisi membakar batok kelapa yang ditumpuk sampai setinggi satu meter. Tradisi ronjok sayak ini telah ada sejak ratusan tahun lalu dan diyakini sebagai cara untuk berkomunikasi dengan leluhur. Pelaksanaannya dilakukan setelah salat Isya pada 1 Syawal, dengan suasana khidmat dan penuh doa. 

7. Binarundak – Sulawesi Utara

Binarundak adalah memasak nasi jaha secara bersama-sama selama tiga hari setelah Lebaran yang dilakukan oleh masyarakat Motoboi Besar, Sulawesi Utara. Nasi Jaha terbuat dari beras dan santan dimasak dalam batang bambu, dan menghasilkan cita rasa yang khas. Tradisi tersebut menjadi silaturahmi dan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. 

8. Festival Meriam Karbit – Kalimantan Barat

Festival Meriam Karbit di Kalimantan Barat menjadi perayaan yang khas ditandai dengan suara meriam berbahan karbit. Festival ini berlangsung selama 3 hari dan menjadi simbol keberanian dan kebersamaan masyarakat. Tradisi yang satu ini memiliki nilai historis karena berkaitan dengan sejarah berdirinya Kota Pontianak. 

9. Ngadongkapkeun – Banten

Tradisi Ngadongkapkeun adalah sungkeman kepada orang yang lebih tua sebagai simbol kehormatan dan rasa syukur. Di tradisi ini, masyarakat saling mendoakan dan memohon restu supaya diberikan keberkahan dalam kehidupan. 

10. Perang Ketupat – Kudus, Jawa Tengah

Di Kudus, Jawa tengah, terdapat tradisi Perang Ketupat yang diadakan sebagai bagian dari perayaan Lebaran Ketupat, seminggu setelah Idul Fitri. Masyarakat saling melempar ketupat sebagai bentuk saling memaafkan dan membersihkan diri dari kesalahan. Tradisi ini juga menjadi daya tarik wisata yang menarik banyak pengunjung. 

11. Baraan – Sumatera Selatan 

Tradisi Baraan yakni kegiatan berkeliling kampung bertujuan untuk bersilaturahmi secara kelompok. Biasanya, kelompok ini terdiri dari pemuda-pemudi yang mendatangi rumah warga untuk saling bermaaf-maafan serta menikmati hidangan Lebaran. Tradisi tersebut mempererat hubungan antar warga dan menambah semarak suasana Lebaran. 

12. Makan Bajamba – Minangkabau, Sumatera Barat 

Tradisi yang sangat kental di Minangkabau yaitu Makan Bajamba atau makan bersama. Makanan dihidangkan dalam wadah yang besar dan dinikmati bersama oleh seluruh anggota keluarga atau masyarakat. Tradisi ini melambangkan kebersamaan, kesetaraan, serta rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. 

Setiap tradisi mempunyai makan mendalam yang mempererat hubungan sosial dan menambah keistimewaan perayaan Idul Fitri di Nusantara. 

(Nadira Lathiifah) sinpo

Editor: Harits Tryan Akhmad
Komentar: