Negara-negara Timur Tengah Kecam Kunjungan Menteri Keamanan Israel ke Al Aqsa

BeritaNasional.com - Sejumlah pemerintah negara-negara Timur Tengah mengecam keras Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir usai melakukan kunjungan ke kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem, situs yang dipandang suci oleh umat Islam dan Yahudi.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Yordania menyebut kunjungan itu sebagai eskalasi berbahaya, dengan menyatakan bahwa kunjungan itu melanggar status quo bersejarah dan sah situs tersebut, yang dikelola oleh otoritas keagamaan Yordania sesuai perjanjian yang telah berlaku puluhan tahun.
Kemenlu Yordania menuduh Israel berupaya melakukan pembagian temporal dan spasial terhadap kompleks tersebut, yang dikenal oleh umat Yahudi sebagai Bukit Bait Suci (Temple Mount).
Kemenlu Yordania juga menegaskan kembali bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas situs tersebut. Yordania menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas guna mencegah provokasi lebih lanjut.
Kemenlu Mesir juga mengutuk kunjungan tersebut, dengan menggambarkannya sebagai pelanggaran hukum internasional dan memperingatkan potensi kunjungan itu dalam merusak stabilitas kawasan Timur Tengah.
Kemenlu Mesir menyatakan keprihatinannya bahwa tindakan semacam itu dapat memicu kemarahan yang meluas, yang semakin memperkeruh situasi Timur Tengah yang bergejolak serta merusak perdamaian dan keamanan global.
Kemenlu Turki menggambarkan kunjungan Ben-Gvir itu sebagai langkah berbahaya dan memperingatkan bahwa hal tersebut dapat memperburuk ketegangan di Timur Tengah. Kementerian itu juga mengutuk penyerbuan Ben-Gvir ke Al-Aqsa dan mendesak komunitas internasional untuk mengupayakan deeskalasi.
Kelompok militan Palestina, Hamas juga mengecam kunjungan itu, dengan menyebutnya sebagai eskalasi yang provokatif dan berbahaya. Hamas mendesak warga Palestina, terutama para pemuda di Tepi Barat untuk meningkatkan perlawanan mereka demi mempertahankan tanah dan situs-situs suci Palestina, dengan fokus khusus pada Al-Aqsa.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga mengecam keras kunjungan Ben-Gvir sebagai pelanggaran terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa. Negara kerajaan itu juga mengutuk Israel karena melakukan penyerangan terhadap organisasi-organisasi bantuan dan menyerang sebuah klinik yang berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Gaza.
Arab Saudi menegaskan penolakannya terhadap tindakan yang mengubah status sah dan bersejarah Yerusalem maupun tempat-tempat sucinya.
Sejumlah laporan mengindikasikan bahwa Ben-Gvir memasuki kompleks Al Aqsa dengan pengawalan ketat dari polisi. Ini merupakan kunjungan keenamnya sejak bergabung dengan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada 2022.
Kompleks Masjid Al Aqsa, yang berulang kali menjadi titik awal mula aksi kekerasan, dipandang oleh umat Islam sebagai tempat suci yang mulia, sedangkan oleh umat Yahudi sebagai situs lokasi dua kuil kuno.
Menurut status quo saat ini, jamaah non-Muslim dapat mengunjungi situs tersebut, namun tidak diizinkan untuk beribadah di sana. Ben-Gvir, seorang politisi ultranasionalis Israel, telah lama mengadvokasi perluasan akses ke kompleks tersebut bagi umat Yahudi.
Sumber: Antara
9 bulan yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 9 jam yang lalu