Pramono Akui Pemprov DKI Ada Dana Mengendap Rp14,6 Triliun: Untuk Pembayaran Akhir Tahun

Oleh: Lydia Fransisca
Rabu, 22 Oktober 2025 | 10:53 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung saat menyambangi KPK. (BeritaNasional/Panji)
Gubernur Jakarta Pramono Anung saat menyambangi KPK. (BeritaNasional/Panji)

BeritaNasional.com - Gubernur Jakarta Pramono Anung membenarkan pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebutkan Pemprov DKI memiliki dana mengendap Rp14,6 triliun di Bank Jakarta. 

Pramono mengatakan dana tersebut bukanlah idle money atau uang tidur. Namun, dana itu akan digunakan untuk pembayaran sejumlah program di akhir tahun anggaran.

“Seperti yang disampaikan oleh Bapak Menteri Keuangan, Pak Purbaya, beliau menyampaikan ada dana Rp14,6 triliun yang dimiliki oleh Pemda DKI yang ada di Bank Jakarta. Itu betul 1.000 persen, bukan 100 persen lagi, 1.000 persen,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Menurut Pramono, penumpukan dana menjelang akhir tahun merupakan hal yang lazim terjadi dalam siklus pengelolaan keuangan Pemprov DKI.

Ia menjelaskan, pola pembayaran proyek dan program APBD Jakarta memang cenderung melonjak pada triwulan terakhir.

"Jakarta ini, pola pembayaran untuk APBD-nya biasanya terjadi pelonjakan di akhir tahun. Dan, sebagai contoh, di akhir tahun 2023 itu, sekitar Rp16 triliun, di tahun 2024, Rp18 triliun,” ujarnya.

Pramono menegaskan dana tersebut akan digunakan untuk membayar berbagai kegiatan dan proyek yang tengah berjalan.

“Maka kenapa dana ini ada, pasti nanti dana ini akan kita gunakan untuk melakukan pembayaran-pembayaran yang seperti itu,” katanya.

Ia bahkan menyebutkan Pemprov DKI telah meminta Kementerian Keuangan untuk mempercepat penyaluran dana transfer tambahan senilai Rp10 triliun.

"Bahkan, Pemerintah DKI meminta kepada Pak Menteri Keuangan, ‘tambah dong Rp10 triliun yang mau ditransfer, segera ditransfer.’ Jadi kami bukan mengatakan tidak, tapi memang betul, 1.000 persen betul," jelas Pramono.

"Tetapi, itulah yang kita persiapkan untuk pembayaran di akhir November dan Desember ini,” tambahnya.

Pramono memastikan kebutuhan belanja di pengujung tahun ini akan setara dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni sekitar Rp16 triliun hingga Rp18 triliun.

Ia juga menambahkan, pendapatan pajak daerah DKI telah melampaui target pada tahun ini.

"DKI, alhamdulillah pajaknya juga tercapai, terpenuhi sesuai dengan target, bahkan melebihi sedikit daripada target,” tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: