Pemprov DKI dan BMKG Rancang Sistem Prediksi Polusi Udara per Kecamatan
BeritaNasional.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) kualitas udara yang dapat mengetahui prakiraan kondisi polusi udara di Ibu Kota.
Sistem tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat mengantisipasi dampak pencemaran udara terhadap kesehatan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan, pengembangan EWS kualitas udara merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat upaya pencegahan pencemaran udara dan perlindungan kesehatan masyarakat.
“EWS kualitas udara ini kami siapkan sebagai instrumen pencegahan. Dengan mengetahui potensi kondisi kualitas udara beberapa hari ke depan, pemerintah dapat memperkuat langkah mitigasi yang diperlukan," kata Dudi dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
"Sementara masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan aktivitas dan melakukan langkah perlindungan diri sejak dini,” tambah dia.
Sistem prakiraan tersebut dikembangkan BMKG melalui teknologi pemodelan kualitas udara berbasis spasial bernama SILAM Urban.
Teknologi ini mampu memetakan kondisi polusi udara hingga radius satu kilometer dengan cakupan seluruh 44 kecamatan di Jakarta.
Koordinator Sub Bidang Informatif Gas Rumah Kaca BMKG Albert C Nahas mengatakan, SILAM Urban dikembangkan menggunakan data inventori emisi lokal sehingga dapat menghasilkan prakiraan kualitas udara yang lebih spesifik untuk wilayah Jakarta.
“Informasi yang dihasilkan mencakup enam jenis polutan utama, termasuk PM2.5. Melalui SILAM Urban, masyarakat dapat melihat peta kualitas udara per kecamatan di Jakarta, tren ISPU hingga tiga hari ke depan, kondisi meteorologi, peringkat kecamatan berdasarkan kualitas udara, hingga grafik konsentrasi polutan yang memudahkan pemantauan kualitas udara sehari-hari,” ujar Albert.
Dudi menambahkan, informasi prakiraan kualitas udara akan bermanfaat bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.
Menurutnya, warga dapat mengambil langkah antisipatif, seperti menggunakan masker atau mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara diperkirakan memburuk.

PERISTIWA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu







