16 Juta Santri Akan Dapat Pelatihan Bidang Konstruksi hingga Teknologi dari Pemerintah

Oleh: Lydia Fransisca
Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:15 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berbincang dengan wartawan Istana Kepresidenan di ruang Wartawan, Jakarta, Jumat (19/9/2025).  (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berbincang dengan wartawan Istana Kepresidenan di ruang Wartawan, Jakarta, Jumat (19/9/2025). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan program pelatihan keterampilan teknis bagi santri di bidang bangunan, konstruksi, dan teknik sipil.

Pras menegaskan bahwa program tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas pendidikan di pondok pesantren.  

“Kita berencana membuat program yang saat ini sedang dijalankan oleh Kementerian PUPR untuk melatih para santri dari masing-masing pondok pesantren agar mendapatkan pembekalan keilmuan minimal di bidang bangunan, konstruksi, maupun sipil,” kata Pras kepada wartawan, Kamis (23/10/2025).  

Ia berharap melalui program tersebut, para santri dapat berperan langsung dalam pembangunan infrastruktur di lingkungan pesantren masing-masing.  

“Harapannya, ketika ada proses pembangunan di pondok pesantren, tersedia santri yang memiliki keilmuan dalam hal pendirian bangunan,” ujarnya.  

Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya pembekalan ilmu pengetahuan berbasis teknologi dan ekonomi bagi para santri di seluruh Indonesia.  

“Dengan jumlah pondok pesantren yang cukup besar, sekitar 16 juta santri, Bapak Presiden menghendaki agar proses pendidikan juga mendapat perhatian,” tutur Pras.  

“Para santri perlu dibekali bukan hanya dengan ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan berbasis teknologi, termasuk ilmu-ilmu ekonomi,” tambahnya.

Pras menjelaskan bahwa Presiden ingin para santri memiliki bekal yang lengkap untuk menghadapi masa depan, mencakup akhlak, keagamaan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.  

“Harapannya, para santri dalam menghadapi masa depan memiliki bekal yang cukup lengkap, tidak hanya dari sisi akhlak dan keagamaan, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi serta penguasaan ilmu ekonomi,” tandasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: