DPR Bahas BPIH 2026, Harap Biaya Turun Tanpa Kurangi Kualitas Layanan

Oleh: Panji Septo R
Senin, 27 Oktober 2025 | 13:45 WIB
Anggota DPR Aprozi (BeritaNasional/dok Golkar)
Anggota DPR Aprozi (BeritaNasional/dok Golkar)

BeritaNasional.com -  Komisi VIII DPR RI bersama pemerintah mulai membahas Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 dalam rapat bersama di kompleks parlemen Senayan Jakarta, Senin (27/10/2025). 

Anggota Komisi VIII Aprozi Alam menyebut pembahasan kali ini akan fokus pada besaran biaya serta peningkatan kualitas penyelenggaraan haji.

“Hari ini pembahasannya tentang BPIH, besar biaya daripada penyelenggaraan. Kalau kemarin kita tahu sebenarnya kan Rp 96 juta, cuma dipotong daripada bantuan subsidi di BPKH menjadi Rp 54 juta sekian, dengan penurunan Rp 4,5 juta per jemaah,” ujar Aprozi.

Ia menjelaskan, rapat siang ini menjadi awal pembahasan teknis biaya dan diharapkan seluruh proses bisa selesai dalam waktu dekat. 

“Ya nanti siang adalah awal pembahasan. Insya Allah selesai bulan Desember sudah bisa melakukan pelunasan. November harus selesai lah,” katanya.

Aprozi menegaskan DPR menaruh perhatian besar agar biaya haji 2026 bisa kembali turun tanpa mengorbankan kualitas pelayanan. 

“Kita berharap bahwasannya, kan kemarin kita sudah menurunkan harga Rp 4,5 juta, harapan kita bisa turun lagi, cuma tidak mengurangi kualitas,” ujarnya.

Politikus partai Golkar itu juga menyoroti sejumlah persoalan dalam penyelenggaraan haji 2025 yang diharapkan tidak terulang. 

Ia menilai kehadiran Kementerian Haji dan Umrah yang baru dibentuk dapat memperbaiki berbagai aspek penyelenggaraan ibadah tahun depan.

“Menjadi satu pelajaran buat kita bahwasannya penyelenggaraan haji 2025 kemarin, banyaknya masalah-masalah yang harus diselesaikan," ucapnya.

"Dengan adanya kementerian baru, harapan kita ini lebih maksimal, tidak lagi seperti kekacauan-kekacauan tahun-tahun yang lalu,” tuturnya. 

Ia optimistis, kementerian baru yang fokus hanya pada urusan haji dan umrah akan membawa perbaikan signifikan. 

"Saya yakin dan percaya dengan sumber daya manusia yang perpaduan antara penyelenggara lama dari Ditjen Haji dan SDM baru, tentu akan menghasilkan kualitas yang lebih baik lagi penyelenggaraan haji di Arab Saudi pada tahun 2026,” pungkasnya.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: