Data Terbaru, PBB Ungkap 1 Juta Warga Sudan Selatan Terdampak Banjir Besar
BeritaNasional.com - Bencana banjir parah yang melanda Sudan Selatan telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang masif. Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), lebih dari satu juta orang kini terdampak langsung oleh bencana ini.
Dikutip dari Xinhua News pada Jumat (31/10/2025), OCHA mencatat, hingga 30 Oktober, hampir 355 ribu orang telah mengungsi di 18 negara bagian, di antaranya mencari perlindungan darurat di dataran tinggi.
Kerusakan Luas Memperburuk Kerawanan Pangan
OCHA menjelaskan bahwa banjir parah ini tidak hanya menyebabkan kerusakan luas pada rumah dan infrastruktur penting, tetapi juga memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan akibat konflik berkelanjutan dan kerawanan pangan akut di negara tersebut.
Kerugian di sektor pertanian dilaporkan sangat besar. Lahan pertanian terendam, merusak panen, dan padang rumput ternak hanyut atau tergenang air, yang secara langsung memperparah krisis pangan.
"Laporan menunjukkan malnutrisi akut di kalangan anak balita dan ibu hamil serta menyusui, di samping meningkatnya kasus diare, malaria, pneumonia, dan kolera," kata OCHA.
Meskipun banjir mulai surut di beberapa wilayah dan banyak keluarga mencoba kembali, mereka mendapati rumah mereka hancur, layanan dasar tidak tersedia, dan sumber mata pencaharian mereka hilang total.
Ancaman Kelaparan dan Pemotongan Bantuan
Kekhawatiran terhadap krisis kelaparan di Sudan Selatan semakin meningkat. Awal bulan ini, Save the Children, sebuah lembaga amal global, telah memperingatkan bahwa banjir besar yang telah berlangsung selama enam tahun, ditambah dengan pemotongan bantuan, telah memperburuk kondisi darurat pangan.
Situasi ini menjadi semakin buruk bagi para pengungsi baru yang melarikan diri dari konflik di Sudan. Mereka kini dipaksa mencari makanan, bahkan harus memakan dedaunan, demi bertahan hidup di tengah kondisi yang serba kekurangan.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu







