Prabowo Soroti KRL Penuh Sesak, KAI Tambah 23 Set Kereta Baru

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 04 November 2025 | 08:05 WIB
Calon penumpang menunggu kedatangan KRL Commuter Line di Stasiun Tanah Abang, Jakarta. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Calon penumpang menunggu kedatangan KRL Commuter Line di Stasiun Tanah Abang, Jakarta. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - PT  Kereta Api Indonesia (KAI) memesan 23 set kereta baru untuk mengatasi kepadatan penumpang di KRL Commuter Line Jabodetabek. Pemesanan dilakukan melalui PT Industri Kereta Api (INKA) dan pabrikan kereta asal China, CRRC.

Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin usai menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (3/11/2025).

“Kita sudah order kepada CRRC sebanyak 11 train set. Sebanyak delapan (set kereta) sudah kita operasikan secara penuh, dan tiga (set kereta) sedang melalui technical qualification dengan DJKA (Direktorat Jenderal Perkeretaapian),” kata Bobby.

Selain itu, kerja sama dengan PT INKA juga tengah berjalan melalui anak perusahaan KAI, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), yakni sebanyak 12 set kereta.

“Dengan PT INKA, PT KAI melalui anak perusahaan PT KCI sudah mengoperasikan sebanyak empat set kereta. Dan saat ini sedang dilakukan uji coba teknis,” ujar Bobby.

Bobby pun menargetkan seluruh kereta dari INKA bisa beroperasi pada pertengahan tahun depan.

“Target dengan PT INKA sampai dengan pertengahan tahun depan sudah akan beroperasi 12 (set kereta),” ucap Bobby.

Menurut Bobby, Presiden Prabowo menaruh perhatian besar pada kenyamanan penumpang KRL, terutama bagi para pekerja yang beraktivitas harian di kawasan Jabodetabek.

“Beliau (Prabowo) sampaikan harus senyaman mungkin. Tadi saya jelaskan juga bahwa sekarang itu pada jam sibuk, KRL sudah berdempet-dempetan," ungkap Bobby.

"Beliau sangat concern sekali dengan itu, maka Beliau sampaikan secepatnya menambah gerbong agar ber-impact bagi rakyat,” tambahnya menandasi.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: