Prabowo Siap Tanggung Jawab soal Whoosh: Saya Sudah Pelajari, Tidak Ada Masalah!

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 04 November 2025 | 12:23 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pidato di Stasiun Tanah Abang Baru. (BeritaNasional/Lydia)
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pidato di Stasiun Tanah Abang Baru. (BeritaNasional/Lydia)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya akan bertanggung jawab atas permasalahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh.

Hal itu disampaikan mantan menteri pertahanan tersebut saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, pada Selasa (4/11/2025).

“Kemudian, nggak usah khawatir ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah, saya akan tanggung jawab nanti Whoosh semuanya,” kata Prabowo dalam sambutannya.

Prabowo menilai Indonesia memiliki kemampuan untuk menangani persoalan tersebut. Ia juga meminta seluruh pihak agar tidak memperkeruh situasi terkait proyek kereta cepat itu.

“Indonesia bukan negara sembarangan, saya hitung nggak ada masalah. PT KAI nggak usah khawatir, semuanya nggak usah khawatir. Kita layani rakyat kita, kita berjuang untuk rakyat kita,” ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan proyek transportasi publik seperti Whoosh merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam pelayanan publik.

Karena itu, ia menyebut bahwa proyek tersebut tidak seharusnya dihitung dari sisi untung rugi semata.

“Whoosh itu semua public transport di seluruh dunia, jangan dihitung untung rugi, hitung manfaatnya untuk rakyat. Di seluruh dunia begitu, ini namanya public service obligation," ucap Prabowo.

"Tadi disampaikan Menhub, semua kereta api kita, pemerintah subsidi 60 persen, rakyat bayar 20 persen. Ya, ini kehadiran negara, ini kehadiran negara,” tuturnya.

Dana untuk pelayanan publik tersebut, lanjut Prabowo, berasal dari pajak dan kekayaan negara yang harus dikelola secara transparan tanpa kebocoran.

“Dari mana uang itu? Dari uang rakyat, dari pajak, dari kekayaan negara. Makanya, kita harus mencegah semua kebocoran. Kita sungguh-sungguh harus hentikan penyelewengan, korupsi," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: