Polisi Masih Dalami Saksi-saksi atas Tragedi Ambruknya Atap Ponpes Situbondo
BeritaNasional.com - Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan menyatakan, penyelidikan tragedi ambruknya atap bangunan asrama Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiah Syafi'iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani di Besuki, Situbondo, Jawa Timur pada Rabu (29/10/2025) lalu masih berjalan.
Pada tragedi yang telah memakan 20 korban luka-luka dan satu santriwati meninggal dunia itu, kata Rezi, kepolisian masih terkendala, sehingga sampai saat ini baru ada 13 saksi, yang empat di antaranya dari pihak ponpes telah dimintai keterangan.
“Sebagian masih belum bisa dimintai keterangan karena masih suasana berduka belum bersedia untuk diambil keterangan,” kata Rezi saat dihubungi yang dikutip Selasa (4/10/2025).
Demi kelancaran proses penyelidikan, Rezi mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim guna memberikan dukungan psikologis korban ambruknya atap asrama santri putri lewat trauma healing
“Penyidik masih terus melakukan upaya penyelidikan dengan menggandeng pihak pihak terkait,” terangnya.
Untuk dukungan trauma healing, dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Situbondo AKP Aryo Pandanaran bersama tim konselor Polres Situbondo, Polda Jatim sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi psikologis korban.
Aryo menjelaskan, melalui trauma healing ini para konselor memberikan ruang bagi keluarga korban untuk menyalurkan perasaan duka dan kecemasan. Melalui sesi berbagi cerita, konseling personal, hingga doa bersama, sehingga keluarga korban tampak mulai terbuka dan berinteraksi positif satu sama lain.
“Kami ingin hadir bukan hanya dalam sisi penanganan hukum dan keamanan, tetapi juga memberikan dukungan kemanusiaan. Pendampingan psikologis ini penting agar korban dan juga keluarga bisa pulih secara mental dan emosional,” ujar Aryo.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







