Pembangunan Tol Getaci Ditargetkan Rampung pada 2026
BeritaNasional.com - Kepastian terkait kelanjutan proyek strategis nasional (PSN) Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) kembali disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo.
Ia menjamin pembangunan jalan tol yang sangat dinantikan di Jawa Barat bagian Selatan ini tetap berjalan sesuai rencana dan ditargetkan rampung pada 2026.
Menteri Dody menjelaskan proses konstruksi Tol Getaci sudah bergulir menggunakan skema multiyears. Dia memastikan proyek berjalan terus-menerus melintasi pergantian tahun anggaran. Walau demikian, tantangan terbesar tetap berada di ranah nonteknis.
"Proses biasa aja, nggak ada masalah tapi biasanya sih urusan di lahan. Targetnya sih kalau bisa 2026, ya pasti 2026 lah, nggak mungkin nggak lah. Tapi, semua kan ada prosesnya ya," kata Dody yang dikutip dari Antaranews pada Selasa (4/11/2025).
Pembangunan tol terpanjang di Indonesia ini akan dibagi menjadi beberapa segmen, dimulai dari wilayah Gedebage hingga Tasikmalaya, sebelum dilanjutkan ke Cilacap.
Dody menekankan bahwa prinsip pemerintah dalam membangun infrastruktur adalah kehati-hatian dan mengutamakan kualitas, alih-alih mengejar kecepatan yang berisiko merusak hasil akhir.
"Kita enggak mau terlalu buru-buru, karena kalau buru-buru biasanya secara desain kurang bagus juga," tegasnya.
Jalan Tol Getaci merupakan infrastruktur krusial yang tercantum dalam Perpres tentang Percepatan Pelaksanaan PSN. Secara jangka panjang, tol ini memiliki rencana induk untuk terkoneksi hingga ke Yogyakarta.
Saat ini, fokus utama pembangunan adalah ruas Gedebage–Ciamis yang vital untuk menghubungkan jaringan Tol Getaci dengan jaringan Tol NYIA Kulonprogo–Yogyakarta–Solo. Proyek ini dinilai esensial untuk memacu percepatan pembangunan kawasan di Jawa Barat bagian Selatan.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 18 jam yang lalu
EKBIS | 17 jam yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







