Usulan Gelar Pahlawan Nasional Harus Objektif

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Kamis, 06 November 2025 | 13:29 WIB
Anggota DPR RI Ansory Siregar. (BeritaNasional/istimewa)
Anggota DPR RI Ansory Siregar. (BeritaNasional/istimewa)

BeritaNasional.com -  Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta semua pihak bersikap objektif menyikapi usulan pemberian gelar pahlawan nasional oleh Kementerian Sosial. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ansory Siregar merespon polemik pemberian gelar pahlawan nasional terhadap Presiden RI II Soeharto

Setiap tokoh yang dinominasikan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional menurutnya harus memiliki rekam jejak perjuangan dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

"Pemberian gelar pahlawan adalah bentuk penghormatan negara kepada individu yang telah memberikan jasa besar. Karena itu, prosesnya harus dilakukan secara objektif, berimbang, dan berdasarkan penilaian yang komprehensif, bukan sekadar melihat satu sisi dari perjalanan sejarah," ujarnya. 

Melansir Antara, Kamis (6/11/2025) ia menegaskan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Setiap tokoh bangsa memiliki kelebihan dan kekurangan dalam kiprah pengabdiannya.

"Kita harus menilai secara proporsional. Tidak menutup mata terhadap kekurangan, tetapi juga tidak menafikan jasa dan kontribusinya bagi bangsa," tambah Ansory.

Dalam konteks Soeharto, Ansory menilai terdapat sejumlah aspek yang patut dicermati secara objektif.

"Beliau dikenal sebagai Bapak Pembangunan, yang berhasil meletakkan dasar pertumbuhan ekonomi nasional dan menciptakan stabilitas politik di masa-masa awal pembangunan. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia mengalami kemajuan signifikan dalam bidang infrastruktur, pertanian, dan pendidikan," terangnya. (Antara)

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: