Puan Buka-bukaan soal Dinamika dan Kompromi di DPR ke 140 Anggota Parlemen Remaja 2025
BeritaNasional.com - Di hadapan 140 anggota Parlemen Remaja (Parja) 2025 dari 84 daerah pemilihan (dapil), Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkap soal dinamika politik dan kompromi-kompromi yang terjadi di DPR. Hal ini disampaikan Puan saat sesi tanya jawab dalam kegiatan Simulasi Persidangan Parlemen Remaja 2025 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/11/2025) siang ini.
Anggota Parja 2025 Dapil Gorontalo asal Fraksi Sriwijaya, Muhammad Raka menanyakan soal tantangan bagi Puan saat memimpin persidangan. Ada juga yang bertanya tentang bagaimana sebagai pimpinan mengakomodir semua fraksi yang ada di DPR.
Menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Puan mengakui di DPR memang memiliki dinamika politik yang sangat tinggi, sehingga tidak semua agenda di DPR berjalan dengan lancar.
“Kami punya mekanisme Rapat Pimpinan untuk membicarakan agenda dan masalah. Kami bicara untuk menyelaraskan agenda. Tidak semua lancar karena dinamika ada, semua harus ada toleransi,” jawab Puan.
“Namanya politik tidak bisa mau-maunya sendiri, harus mengakomodasi kepentingan yang muaranya adalah kepentingan negara,” sambungnya.
Dalam setiap mekanisme di DPR, Puan menyebut seringkali terjadi banyak perdebatan. Apalagi, di DPR terdapat banyak fraksi yang mewakili banyak sekali daerah pemilihan, sehingga harus ada kompromi-kompromi agar semua bisa bersepakat.
“Kita harus ada kompromi-kompromi secara adil yang tetap muaranya kepentingan negara. Alhamdulilalh selama kepemimpiman saya semua dinamika yang ada, bisa bersama-sama untuk bersepakat,” terang Puan.
“Jadi secara internal ada dinamika yang bisa kami selesaikan, dengan tetap bermuara pada kepentingan bangsa dan negara. Kita selesaikan secara musyawarah mufakat,” imbuhnya.
Setelah pemberian pembekalan dari Puan, acara dilanjutkan dengan penyerahan tongkat sidang secara seremoni dari Puan. Peserta Parlemen Remaja secara resmi akan memulai simulasi persidangan seperti anggota DPR, Puan pun menegaskan bahwa para generasi muda Indonesia adalah pilar utama keberlanjutan bangsa.
Menurut putri Megawati Soekarnoputri ini, Parlemen Remaja adalah ruang untuk menempa diri, menumbuhkan kepemimpinan, dan mengasah kepekaan sosial-politik.
"Semoga pengalaman kalian di Parlemen Remaja menjadi bekal yang bermanfaat untuk langkah-langkah kalian berikutnya, dan nanti kalian bisa bercerita ke teman-teman di daerah tentang bagaimana cara kerja DPR RI serta bagaimana kalian generasi muda dapat ikut berperan dalam memajukan Indonesia," harap Puan.
"Hari ini kalian belajar menjadi wakil rakyat dalam simulasi, besok kalian bisa menjadi pemimpin bangsa yang sesungguhnya. Teruslah belajar, teruslah peduli, dan teruslah berkontribusi. Karena masa depan Indonesia ada di tangan kalian," pungkasnya.
PERISTIWA | 13 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







