Mikel Arteta Kecewa Berat Arsenal Ditahan Imbang Sunderland di Menit Akhir Laga
BeritaNasional.com - Rentetan 10 kemenangan beruntun Arsenal di semua laga harus terhenti dengan hasil imbang 2-2 melawan Sunderland di Stadium of Light pada Minggu (9/11/2025) dini hari WIB.
Hasil ini terasa pahit bagi tim berjuluk The Gunners setelah gol penyeimbang Brian Brobbey di menit-menit akhir membuyarkan keunggulan yang sudah susah payah didapatkan.
Menyusul hasil tersebut, Pelatih Arsenal, Mikel Arteta sangat kecewa dan merasa frustrasi karena rekor delapan clean sheet berturut-turut mereka harus terhenti.
Frustrasi Kehilangan Poin Penuh
Setelah sempat tertinggal oleh gol Dan Ballard, Arsenal berhasil membalikkan keadaan melalui gol indah dari Bukayo Saka dan Leandro Trossard. Namun, drama terjadi di masa tambahan waktu saat Brobbey mencetak gol penyeimbang.
Arteta mengakui bahwa rasa yang mendominasi saat ini adalah kekecewaan karena gagal membawa pulang tiga poin.
"Perasaan terakhir adalah kekecewaan dan frustrasi karena kami menginginkan tiga poin. Kami harus melewati pertandingan yang sangat sulit, kami tahu itu. Pertandingan itu sangat mengganggu; kami harus menghadapi situasi yang sulit dihadapi," ujar Arteta setelah pertandingan yang dikutip dari laman resmi Arsenal pada Minggu (9/11/2025).
Ia mengkritik timnya yang kebobolan gol yang "tidak sesuai standar kami." Meski demikian, ia memuji reaksi timnya yang sempat tertinggal.
"Setelah itu saya pikir tim bereaksi dengan sangat baik, menunjukkan banyak kepribadian dan keberanian. Mereka mencetak gol pertama, mereka mencetak gol kedua, kami benar-benar mendominasi permainan," tambahnya.
Sayangnya, dominasi itu tidak bertahan hingga akhir, memaksa mereka kehilangan poin.
"Kami bisa bertahan lebih baik, dan hari ini kami belum melakukannya; kami kebobolan. Di menit-menit terakhir, kami punya peluang emas lagi lewat Richy dan Mikel untuk menang, yang menurut saya pantas kami dapatkan, tapi gagal," jelas pelatih asal Spanyol tersebut.
Pembelajaran dari Clean Sheet yang Patah
Ditanya mengenai perasaannya rekor clean sheet yang harus berakhir, Arteta menjawab dengan lugas.
"Sakit perut karena saya tidak ingin kebobolan gol. Dan gol itu jelas-jelas membuat pertandingan berada dalam posisi sulit," paparnya.
Arteta juga menyoroti betapa sulitnya meraih kemenangan di Liga Primer, terutama mengingat mereka bermain tanpa tujuh pemain utama di lini depan.
"Ini menunjukkan apa yang telah kami lakukan dalam 10 pertandingan terakhir, memenangkannya dengan cara yang kami lakukan, yaitu clean sheet, kehilangan tujuh pemain di lini depan. Jadi, ini menunjukkan betapa sulitnya," ucapnya.

PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







