Pramono: Tarif LRT Velodrome-Manggarai Tunggu Proyek Selesai

Oleh: Bachtiarudin Alam
Minggu, 16 November 2025 | 18:00 WIB
Rangkaian LRT (Light Right Transit) Jakarta melintas di Stasiun Dukuh Atas. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Rangkaian LRT (Light Right Transit) Jakarta melintas di Stasiun Dukuh Atas. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut untuk rincian tarif LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai belum ada pembahasan. Karena proyeknya saat ini masih dalam proses pembangunan.

"Jadi, untuk LRT Jakarta yang akan beroperasi dari Velodrome sampai dengan Manggarai, itu belum diputuskan," kata Pramono kepada wartawan di Jakarta Pusat, Minggu (16/11/2025).

Pramono menjelaskan bahwa penerapan tarif tidak bisa diputuskan sepihak oleh operator. Karena, penetapan tarif adalah kewenangan penuh gubernur yang akan dibahas lewat rapat resmi pemerintah daerah.

“LRT nggak bisa memutuskan sendiri, yang memutuskan itu Gubernur. Maka sampai hari ini saya tidak komentar karena jadi aja belum kok sudah mau masang tarif," ucap dia.

Sehingga, Pramono menyampaikan untuk penetapan tarif akan dibahas setelah pembangunan selesai. Dengan pembahasan dalam rapat yang mempertimbangkan kepentingan publik.

“Jadi, jadi dulu baru urusan tarif nanti dibicarakan dan selalu dalam memutuskan, saya pasti memutuskan dalam rapat. Nggak pernah saya memutuskan semuanya di luar rapat," tukasnya.

Sebelumnya, Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai sepanjang km kini telah mencapai progres 75,55% per 14 Oktober 2025. Direktur Proyek LRT Jakarta Ramdani Akbar mengatakan, pembangunan berjalan sesuai rencana.

“Berkat kolaborasi dan kerja sama yang baik dengan warga maupun para stakeholder, proyek LRT Jakarta Fase 1B ini dapat berjalan sesuai dengan rencana," kata Ramdani dalam keterangan resminya, Minggu (26/10/2025).

Ia berharap masyarakat dapat terus mendukung kelancaran pembangunan proyek transportasi umum ini.

"Harapan kami ke depan proyek ini dapat terus didukung oleh masyarakat dan segera dapat digunakan sebagai alat transportasi yang mampu meningkatkan efektivitas mobilitas masyarakat,” jelasnya. sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: