Dukung Pemerintah Ganti Thrifting dengan Produk Lokal, Komisi VI DPR Beberkan Manfaatnya

Oleh: Ahda Bayhaqi
Minggu, 23 November 2025 | 14:33 WIB
Dukung pemerintah ganti thrifting dengan produk lokal, Komisi VI DPR beberkan manfaatnya. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Dukung pemerintah ganti thrifting dengan produk lokal, Komisi VI DPR beberkan manfaatnya. (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Komisi VI DPR RI menyambut positif rencana pemerintah mengganti usaha thrifting masyarakat dengan produk lokal. Langkah ini dinilai sebagai momentum strategis memperkuat daya saing produk nasional dan bisa membuka peluang ekspor, dan manfaat lainnya bagi perekonomian rakyat.

"Kami menyambut baik usulan pemerintah untuk menggantikan barang thrifting dengan produk lokal. Barang thrifting merupakan barang ilegal yang mengancam keberlangsungan industri dalam negeri. Langkah pemerintah ini akan membantu memperkuat daya saing produk lokal," kata Anggota Komisi VI DPR RI Imas Aan Ubudiyah dalam keterangannya, dikutip Minggu (23/11/2025).

Imas melihat, produk thrifting yang kerap menawarkan harga murah telah menyulitkan produk lokal bersaing di pasar domestik. Sementara, peningkatan penjualan produk lokal akan menimbulkan dampak besar terhadap ekonomi nasional. Mulai dari bergairahnya industri manufaktur, meningkatnya permintaan bahan baku, hingga meluasnya lapangan pekerjaan.

Karena itu, politikus PKB ini meminta para pedagang thrifting agar mengikuti ketentuan yang berlaku. Sedangkan merek lokal harus menjamin kualitas produknya.

Selain itu, ia pun meminta Kementerian UMKM dan Kementerian Perdagangan meningkatkan pengawasan ketat selama masa transisi ini.

"Pastikan proses transisi ini berjalan tepat dan tidak dimanfaatkan oknum tertentu. Jika ada pelanggaran, harus diberi sanksi tegas," pinta Imas.

Sebelumnya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman telah menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan sekitar 1.300 merek lokal sebagai pemasok pengganti. Koordinasi lintas kementerian dan dialog dengan pedagang thrifting juga terus dilakukan untuk mempercepat proses substitusi produk.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: