Bikin Geleng-geleng, Ada Pembocoran Soal hingga Live Streaming saat Pengerjaan TKA
BeritaNasional.com - Dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi X DPR, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti melaporkan adanya lima kendala dalam pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA) pada 3-6 November 2025 lalu. Salah satunya pelanggaran yang dilakukan pengawas dan peserta.
"Pelaksanaan tahun ini juga tidak terlepas dari pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan baik oleh peserta tes, maupun pengawas atau teknisi," kata Mu'ti di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Mu'ti menegaskan, Kemendikdasmen tidak menoleransi praktik-praktik kecurangan yang terjadi. Mu'ti pun berjanji akan menindak tegas para pelanggar dengan pemberian sanksi yang setimpal.
Dalam presentasi yang ditampilkan saat Raker, tertulis adanya beberapa pelanggaran yang dilakukan peserta, pengawas dan eksternal. Pelanggaran tertinggi dilakukan oleh peserta yang membocorkan soal TKA lewat grup WhatsApp (WA), kedua usaha pelanggaran soal TKA lewat TikTok oleh peserta.
Yang lebih aneh, ada pula peserta yang melakukan live streaming pada saat pengerjaan soal TKA, yang mana ini merupakan pelanggaran tertinggi ketiga. Tak hanya peserta, pengawas pun ikut live streaming saat mengawasi peserta sebagai pelanggaran tertinggi keempat.
Pelanggaran tertinggi selanjutnya dilakukan oleh peserta, seperti memberitakan usaha pembocoran sial di grup WA lewat platform X, penggunaan gadget saat pelaksanaan TKA, menjual soal TKA dan usaha pembocoran soal melalui X.
Pelanggaran pengawas lainnya yakni teknisi/proktor yang mempersilakan peserta menggunakan gadget saat tes, serta tersebarnya dashboard pengawas.
Sementara dari pihak eksternal, ada pihak bimbingan belajar (bimbel) yang membuat konten latihan soal dengan soal yang tersebar setelah pelaksanaan TKA.
Atas adanya kendala-kendala tersebut, Mu'ti mengakui bahwa pelaksanaan TKA masih banyak kekurangan dan tantangan yang perlu diperbaiki.
"Penyelenggaraan TKA masih terdapat sejumlah kekurangan dan tantangan yang perlu diperbaiki, baik dari sisi teknis, operasional, maupun aspek penguatan integritas," kata Mu'ti.
Namun demikian, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah ini menegaskan bahwa Kemendikdasmen akan berupaya maksimal menindaklanjuti temuan-temuan tersebut agar pelaksanaan TKA ke depan lebih efektif dan akuntabel. Kemendikdasmen pun berkomitmen memperbaiki penyelenggaraan TKA melalui beberapa langkah strategis.
Pertama, Mu'ti menyampaikan, penguatan sosialisasi kebijakan tentang pemahaman terhadap program kepada sekolah, siswa, dan orang tua. Program TKA akan disosialisasikan dengan menekankan pentingnya kepemilikan asesmen terstandar sebagai bagian dari sistem pendidikan.
Melalui antisipasi itu, Mu'ti berharap TKA tidak hanya menjadi alat ukur capaian belajar, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kesadaran akan nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab sejak dini. Lalu strategi kedua adalah pemberian sanksi tegas bagi yang melakukan kecurangan saat TKA.
"Kedua, kami akan menindak tegas setiap bentuk pelanggaran sekecil apapun guna menjaga integritas dan keadilan dalam pelaksanaan TKA," tegas Mu'ti.
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu







