Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diprediksi Capai 5,4 Persen pada 2026
BeritaNasional.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan optimisme pemerintah terhadap prospek ekonomi Indonesia pada 2026. Keyakinan ini muncul setelah perekonomian dinilai berhasil melewati berbagai tantangan global berat dalam beberapa tahun terakhir.
"Pemerintahan sudah berjalan satu tahun, dan alhamdulillah perekonomian masih dalam situasi yang baik-baik saja," ujarnya yang dikutip dari Antaranews pada Minggu (30/11/2025).
Airlangga menyoroti capaian stabilitas ekonomi tujuh tahun terakhir.
"Pertumbuhan ekonomi kita 5 persen sudah tujuh tahun, artinya Indonesia tumbuh 35 persen dalam tujuh tahun di tengah ketidakpastian global dan berbagai krisis yang sudah kita lalui, termasuk perang tarif," katanya.
Tekanan Global Sudah Dilewati
Menurut Menko Airlangga, tekanan global sepanjang 2025 telah diantisipasi dengan baik dan kini semakin terkendali.
Stabilitas makroekonomi tetap terjaga, tecermin dari perbaikan kepercayaan konsumen, Indeks Manufaktur PMI yang bertahan di level ekspansif, hingga penguatan pasar keuangan. Nilai tukar rupiah dan inflasi juga berada dalam batas aman.
Selain itu, realisasi investasi hingga saat ini melampaui Rp1.400 triliun, mendekati target akhir tahun sebesar Rp1.900 triliun.
"Berbagai faktor ketidakpastian itu sudah priced-in di tahun ini. Headwind yang berat sudah kita lewati. Karena itu outlook 2026 lebih optimistis, dan kita berharap pertumbuhan di atas 5,4 persen," ungkap Airlangga.
Ia menambahkan, tidak ada lagi risiko yang diperkirakan seberat peristiwa yang sudah dilewati Indonesia, seperti Perang Ukraina, Gaza, COVID-19, maupun perang tarif.
Strategi Transformasi dan Diplomasi
Untuk mendukung prospek pertumbuhan ini, Pemerintah memperkuat dua aspek utama:
1. Diplomasi Ekonomi Global
Pemerintah tengah fokus pada penguatan posisi Indonesia di kancah global, termasuk mendorong implementasi kesepakatan tarif 19 persen dengan Amerika Serikat (AS), mempercepat aksesi Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP), memperluas partisipasi dalam BRICS+, serta melanjutkan langkah menuju keanggotaan penuh OECD.
Di sektor digital, agenda utama meliputi implementasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), perluasan transaksi mata uang lokal (LCT), dan perluasan interoperabilitas QRIS lintas negara.
2. Reformasi Domestik
Di dalam negeri, Pemerintah terus mempercepat reformasi struktural melalui deregulasi dan penyederhanaan perizinan. Mekanisme service level agreement telah diterapkan untuk kepastian proses perizinan.
Sementara itu, dalam Closed-Door Dialogue: C-Suite Forum pada rangkaian Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025, Airlangga memaparkan fokus di sektor energi. Pemerintah fokus mengembangkan ekosistem energi hijau, mencakup Green Super Grid, Carbon Capture and Storage (CCS/CCUS), serta perluasan PLTS berbasis desa.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







