Diminta Mundur jika Tak Sanggup Atasi Bencana Sumatera, Menhut: Saya Siap Dievaluasi

Oleh: Ahda Bayhaqi
Kamis, 04 Desember 2025 | 21:03 WIB
Menhut Raja Juli Antoni. (Foto/Instagram Raja Antoni)
Menhut Raja Juli Antoni. (Foto/Instagram Raja Antoni)

BeritaNasional.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menanggapi peringatan Komisi IV DPR untuk mengundurkan diri dari jabatan menteri jika tidak sanggup menangani bencana banjir Sumatera. Antoni mengaku siap dievaluasi.

"Saya yakin ya namanya kekuasaan itu milik Allah ya, dan itu hak prerogatif presiden. Jadi, saya siap dievaluasi," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Antoni mengaku mendengar dan menyerap seluruh kritik masyarakat kepada dirinya. Ia berjanji akan bekerja maksimal. Keputusan memberhentikannya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya katakan tadi kritik netizen kepada saya, saya nggak pernah hapus ya. Itu bagian dari apa namanya, ya aspirasi, kemarahan, itu bahkan harapan ya, ekspektasi," ujarnya.

"Jadi, monggo, tanggung jawab saya hanya bekerja semaksimal mungkin yang saya bisa. Selanjutnya itu adalah hak prerogatif Pak Presiden," tandasnya.

Sebelumnya, anggota Komisi IV DPR Fraksi PKS Rahmat Saleh meminta menteri yang tidak sanggup menangani bencana banjir dan longsor Sumatera untuk mundur. 

Rahmat menyampaikan hal tersebut kepada Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat rapat kerja membahas bencana banjir dan longsor di Komisi IV DPR.

Rahmat pun menyinggung jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir sudah mencapai lebih dari 700 jiwa dan 650 orang masih belum ditemukan. Ia mengingatkan bencana banjir Sumatera bukan hal yang main-main.

"Bapak menteri yang saya hormati, satu nyawa sangat berharga, sekarang hampir 765 meninggal per kemarin, 650 belum kita temukan. Ini bencana besar bukan main-main," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Lantas, Rahmat turut menyinggung dua menteri di Filipina yang mengundurkan diri karena tidak mampu mengatasi banjir. Hal itu dinilainya sebagai langkah yang gentleman.

"Oleh karena itu, saya pernah baca tanggal kemarin tanggal 18 November itu Kabinetnya pak Ferdinand Marcos di Filipina, mereka itu banjir penyebabnya tapi gentlemen dua menterinya mengundurkan diri karena merasa menganggap tidak mampu mengatasi itu," ujarnya.

Ia menilai menteri mengundurkan diri bukan hal yang salah. Kepada Antoni, ia mengingatkan jika memang tidak sanggup menangani bencana banjir, sebaiknya mengundurkan diri.

"Jadi bukan sesuatu yang salah juga kalau menteri tidak sanggup mengatasi ini mundur juga itu adalah tugas yang mulia menurut saya," tandas Rahmat.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: