Titiek Soeharto Sedih dan Marah saat Rapat dengan Menhut Raja Juli

Oleh: Ahda Bayhaqi
Jumat, 05 Desember 2025 | 10:32 WIB
Titiek Soeharto sedih dan marah saat rapat dengan Menhut Raja Juli. (Foto/YouTube Komisi IV DPR)
Titiek Soeharto sedih dan marah saat rapat dengan Menhut Raja Juli. (Foto/YouTube Komisi IV DPR)

BeritaNasional.com - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Haryadi alias Titiek Soeharto mengaku sedih, miris dan marah saat Rapat kerja (Raker) dengan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni terkait bencana Sumatera, Kamis (4/12/2025) kemarin.

Perasaannya itu diungkap Titiek karena melihat kondisi hutan di Indonesia. Sebab banyak pohon-pohon besar yang ditebangi dan berakibat menyebabkan bencana alam.

"Terus terang saya sedih, miris, dan saya marah. Bayangkan kayu sebesar itu, diameter satu setengah meter itu, berapa ratus tahun perlu tumbuh untuk pohon yang sebesar itu," kata Titiek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, yang dikutip Jumat (5/12/2024).

"Ini, manusia mana di Indonesia ini yang seenaknya aja bisa motong-motong kayu seperti itu? Apa salah itu kayu? Dia bikin, salah itu pohon itu apa? Dia bikin begitu banyak kebaikan buat manusia," tegasnya.
 
Titiek mengatakan, pohon-pohon besar sangat memberikan manfaat untuk manusia. Seperti memberikan oksigen untuk manusia, sampai mencegah erosi.

"Menjaga erosi, memberikan udara, menyaring udara yang segar buat manusia. Kok dipotong begitu aja?," katanya.

Titiek pun terheran-heran setelah terjadinya bencana banjir dan longsor di Sumatera, banyak truk-truk perusahaan yang masih lalu lalang seperti tidak peduli dengan terjadinya bencana. Ia pun meminta Kementerian Kehutanan mencari tahu perusahaan tersebut.

"Sungguh menyakitkan, Pak Menteri. Ini, sesuatu, kalau orang Jawa bilang, ngece. Opo ngece? Ngejek, mengejek, Perusahaan ini ngejek gitu. Baru kita kena bencana, dia lewat di depan muka kita," katanya.

"Ini suatu, apa ya, suatu hal yang menyakitkan dan menghina rakyat Indonesia. Saya minta kepada Pak Menteri untuk cari tahu siapa perusahaan itu, dan tolong, jangan ada pohon-pohon besar lagi yang ditebangin. Hentikan semua ini," tegasnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: