Profil Raja Juli Antoni, Menhut yang "Dirujak" DPR Usai Bencana Sumatera
BeritaNasional.com - Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di tiga provinsi di Sumatera terus menjadi perhatian nasional. Apalagi, muncul ratusan kayu gelondongan yang terbawa banjir tersebut, dan menimbulkan tanda tanya terkait kerusakan lingkungan yang turut menjadi menyebab bencana dahsyat itu. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni pun turut menjadi sasaran tembak kritikan atas kerusakan lingkungan hutan.
Dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi IV DPR, muncul desakan agar Raja Juli Antoni mundur dari jabatannya. Mereka menilai bencana terjadi di Sumatera, diduga kuat dipicu oleh praktik perusakan hutan dan menunjukkan lemahnya pengawasan dan penegakan aturan di sektor kehutanan. Anggota Komisi IV DPR RI yang secara terbuka meminta Raja Juli Antoni mundur, di antaranya Usman Husin dari Fraksi PKB dan Rahmat Saleh dari Fraksi PKS.
Keduanya menilai Kemenhut telah gagal menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal sehingga kerusakan lingkungan terus terjadi dan berujung pada bencana banjir serta longsor yang menelan korban jiwa.
“Kalau Pak Menteri enggak mampu, mundur aja Pak Menteri,” ujar Usman.
Kemudian, Rahmat Saleh juga mendesak agar Raja Juli mundur bila dianggap tidak mampu menangani bencana besar yang menelan banyak korban jiwa. Menurutnya, peristiwa tersebut bukanlah bencana kecil dan mencerminkan kegagalan dalam tata kelola kehutanan.
Selain itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman juga mencecar Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang menyiapkan dana rehabilitasi hanya Rp62.500 per hektare untuk wilayah Sumatera pasca bencana. Padahal, banyak masalah pembabatan hutan, pembalakan liar, sampai tambang ilegal yang menghancurkan wilayah hutan.
"Ini yang disampaikan baru soal pembabatan hutan, pembalakan liar. Ini baru secuil pak. Bapak tidak pastikan data tambang illegal yang menghancurkan hutan sedemikian parahnya. Ayo dong buka. Itu di sepanjang DAS adalah tambang illegal gak bakal punya izin. Dan itu kawasan hutan. Skrg klau bicara dana rehabilitasi bapak cuma Rp62.500 per hektare apa yang mau direhabilitasi pak?," ujarnya.
Siapakah sosok Raja Juli Antoni? Berikut adalah informasi tentang profil lengkap Raja Juli Antoni yang dikutip BeritaNasional dari berbagai sumber, Jumat (5/12/2025).
Profil Raja Juli Antoni
Raja Juli Antoni lahir di Pekanbaru, Riau, pada 13 Juli 1977. Ia menempuh pendidikan awal di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut, Jawa Barat. Latar belakang pesantren ini turut membentuk karakter dan pemikirannya sejak usia muda.
Setelah menamatkan pendidikan menengah, ia melanjutkan studi sarjana di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang kini dikenal sebagai Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Ia lulus pada tahun 2001 dengan mengambil konsentrasi Ilmu Alquran dan Tafsir.
Kesungguhan Raja Juli dalam menempuh pendidikan tidak berhenti di jenjang sarjana. Pada tahun 2004, ia mendapatkan beasiswa bergengsi Chevening Award untuk melanjutkan studi magister di Department of Peace Studies, Universitas Bradford, Inggris. Bidang studi yang ia tekuni menguatkan ketertarikannya pada isu sosial, perdamaian, dan kebijakan publik.
Karier akademik Raja Juli Antoni semakin lengkap setelah ia melanjutkan pendidikan doktoral di Universitas Queensland, Australia. Dengan beasiswa Australian Development Scholarship (ADS), ia berhasil meraih gelar doktor pada tahun 2010.
Pengalaman belajar di luar negeri turut memperkaya wawasan Raja Juli dalam bidang pemerintahan, kebijakan publik, serta pembangunan berkelanjutan, yang kini menjadi bekal penting dalam menjalankan tugasnya di pemerintahan.
Perjalanan Karier Raja Juli Antoni
Raja Juli Antoni resmi dilantik sebagai Menteri Kehutanan pada Oktober 2024. Ia masuk dalam jajaran Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Penunjukan Raja Juli sebagai Menhut menandai fase baru kepemimpinan di sektor kehutanan yang selama ini kerap bersinggungan dengan isu deforestasi, konflik lahan, hingga bencana ekologis.
Sebelum menduduki jabatan sebagai Menteri Kehutanan, Raja Juli lebih dulu menjabat sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sejak tahun 2022. Dalam posisi tersebut, ia turut terlibat dalam berbagai kebijakan strategis terkait pertanahan dan tata ruang nasional.
Selain itu, pada tahun 2024, Raja Juli juga dipercaya mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Peran tersebut membuatnya terlibat langsung dalam pengelolaan dan percepatan pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur.
Jauh sebelum itu, Raja Juli Antoni dikenal aktif dalam dunia organisasi sejak usia muda. Ia pernah dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) pada periode 2000–2002. Dari sinilah kiprah kepemimpinannya mulai terbentuk.
Dalam perjalanan politiknya, Raja Juli sempat bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hingga tahun 2014. Setelah itu, ia memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan menjadi salah satu tokoh pendiri partai tersebut.
Di PSI, Raja Juli dipercaya mengemban jabatan sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen). Perannya cukup menonjol dalam membangun struktur organisasi partai serta dikenal sebagai salah satu wajah intelektual PSI di ruang publik.
Demikian informasi tentang profil dan perjalanan karier Raja Juli Antoni, semoga informasi ini bermanfaat.
(Rep/Novia Amelia)
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 23 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 15 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 19 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu







