Bayi Orang Utan Lahir di Cagar Alam Jantho Aceh, Namanya Badar

Oleh: Kiswondari
Kamis, 04 Juni 2026 | 16:31 WIB
Badar, bayi orang utan yang lahir di Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho di Cagar Alam (CA) Jantho, Kabupaten Aceh Besar sedang memeluk induknya, Bulan, Rabu (3/6/2026). (BeritaNasional/Kemenhut)
Badar, bayi orang utan yang lahir di Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho di Cagar Alam (CA) Jantho, Kabupaten Aceh Besar sedang memeluk induknya, Bulan, Rabu (3/6/2026). (BeritaNasional/Kemenhut)

BeritaNasional.com - Seekor bayi orang utan Sumatera (Pongo abelii) lahir dari induk bernama Bulan di Pusat Reintroduksi Orangutan Jantho di Cagar Alam (CA) Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Tim Post Release Monitoring YEL-SOCP berhasil mengkonfirmasi kelahiran bayi orang utan ini dan melakukan monitoring langsung pada 22 Mei 2026 lalu. 

Saat dipantau, Bulan bergerak aktif di tajuk hutan sambil menggendong bayinya. Bulan juga terlihat aktif bergerak dan menunjukkan perilaku yang sangat protektif, sang bayi pun tidak melepas dekapannya. Bayi orang utan berjenis kelamin jantan tersebut diperkirakan berusia sekitar satu bulan dan terlihat dalam kondisi sehat.

Secara khusus, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menamai bayi orang otan itu “Badar”, yang bermakna bulan purnama. Kehadiran Badar diharapkan dapat menjadi harapan baru bagi masa depan kelestarian populasi orang utan di alam liar.

“Kelahiran ini sebagai pembuktian bahwa melalui perlindungan habitat yang konsisten, kita mampu memulihkan populasi satwa endemik yang terancam punah. Semoga Badar dapat tumbuh sehat di alam bebas dan membawa secercah harapan baru bagi keberlanjutan ekosistem hutan kita yang tak ternilai harganya,” kata Menhut dalam keterangan di laman resmi Kemenhut, yang dikutip Kamis (4/6/2026). 

Sebagai informasi, Bulan, sang induk merupakan orangutan yang diselamatkan dari perdagangan satwa liar di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara pada tahun 2014 saat masih berusia sekitar dua tahun. Setelah menjalani rehabilitasi selama empat tahun di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan YEL-SOCP Sibolangit, Bulan dilepasliarkan ke kawasan Pusat Reintroduksi Orangutan di CA Jantho pada 2018.

Kepala Balai KSDA Aceh Ujang Wisnu Barata menyampaikan, perjalanan Bulan, dari korban perdagangan satwa liar hingga menjadi induk di alam, menunjukkan upaya rehabilitasi dan pelepasliaran dapat memberikan hasil nyata bagi pemulihan populasi orang utan.

“Kelahiran ini membuktikan bagaimana orang utan yang pernah menjadi korban perdagangan satwa liar dapat memperoleh kesempatan kedua untuk kembali hidup dan berkembang biak di alam. Keberhasilan seperti ini hanya dapat terus berlanjut apabila habitatnya tetap terlindungi,” katanya.

Peristiwa ini mengingatkan pentingnya menjaga habitat alami orangutan serta memperkuat perlindungan terhadap satwa liar agar keberhasilan konservasi seperti ini dapat terus berlanjut. Keberhasilan reproduksi di alam merupakan indikator penting bahwa orang utan hasil rehabilitasi mampu beradaptasi, bertahan hidup, dan berkembang biak di habitat alaminya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: