Bicara Koalisi Permanen, Ketum Golkar: Jangan Pada Saat Senang Datang, Ketika Menderita Pergi

Oleh: Ahda Bayhaqi
Sabtu, 06 Desember 2025 | 06:52 WIB
Bicara koalisi permanen, Ketum Golkar: jangan pada saat senang datang, ketika menderita pergi. (Foto/Youtube DPP Partai Golkar)
Bicara koalisi permanen, Ketum Golkar: jangan pada saat senang datang, ketika menderita pergi. (Foto/Youtube DPP Partai Golkar)

BeritaNasional.com - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengungkap sisi positif membentuk koalisi permanen yang mendukung Presiden Prabowo Subianto, agar ke depannya tidak perlu lagi mencari format koalisi 

"Ya kalau koalisi permanen itu positifnya pertama adalah tidak perlu kita mencari-cari format lagi, sudah tahu. Jadi kalau katakanlah ada empat atau lima atau berapa partai, sudah bersama-sama itu saja koalisinya," ujar Bahlil di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025) malam.

Namun, Bahlil belum mengetahui partai mana saja yang tertarik untuk ikut salam koalisi permanen. Ia hanya melempar wacana ke publik.

"Saya enggak tahu berapa partai yang bisa diajak koalisi permanen, yang penting wacana dan konsep ini harus dibuka," ujarnya.

Bahlil mengatakan, berkoalisi jangan hanya datang pada saat senang. Lalu, ketika sudah tidak mendapatkan keuntungan, partai tersebut pergi.

"Jadi jangan koalisi itu pada saat senang partai datang, pada saat menderita partai pergi. Itu tadi kata Sekjen saya, jangan politik on-off, on-off. Atau jangan politik in-out, in-out," ujar Bahlil.

"Jadi kita itu harus gentle sebenarnya ya. Jangan diartikan politik itu sesuatu yang untung terus, enggak bisa. Enggak bisa dengan di sana senang, di sini senang di sana senang, di sini senang, di mana-mana hatiku senang. Saya pikir udah harus kita akhiri cara-cara seperti itu," pungkasnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: