119,5 Juta Warga Berpotensi Bepergian saat Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Oleh: Harits Tryan
Selasa, 09 Desember 2025 | 14:30 WIB
Penumpang kereta api yang ingin melakukan perjalanan (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Penumpang kereta api yang ingin melakukan perjalanan (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebutkan sebanyak 119,5 juta orang berpotensi melakukan perjalanan baik luar maupun dalam provinsi pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Menurut survei 42,01 persen penduduk Indonesia atau sekitar 119,5 juta orang berpotensi melakukan perjalanan, pada masa libur Nataru 2025/2026,” ujar Dudy dikutip dari laman resmi Kemenhub, Selasa (9/12/2025).

Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi bekerja sama dengan BPS, Kementerian Komunikasi dan Digital, serta akademisi, telah melakukan survei Potensi Pergerakan Orang pada masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Hasil survei itu menunjukkan adanya tren peningkatan potensi pergerakan masyarakat secara nasional sebesar 2,71 persen, dari 39,30 persen pada tahun lalu menjadi 42,01 persen.

Dudy menjelaskan peningkatan minat perjalanan masyarakat pada masa Nataru 2025/2026 didorong oleh beberapa faktor, antara lain waktu libur yang panjang karena libur sekolah bersamaan dengan libur Nataru serta semakin baiknya infrastruktur transportasi. Selain itu, minat masyarakat untuk berwisata juga tinggi, ditambah faktor budaya bagi masyarakat yang ingin merayakan Hari Natal di kampung halaman serta faktor ekonomi.

Terkait pilihan moda transportasi, Dudy menyampaikan penggunaan mobil pribadi menjadi yang terbanyak dengan persentase 42,78 persen atau 51,12 juta orang. Moda berikutnya adalah sepeda motor sebesar 18,41 persen atau 22,00 juta orang, bus sebesar 8,17 persen atau 9,76 juta orang, mobil sewa sebesar 7,43 persen atau 8,87 juta orang, serta mobil travel sebesar 6,39 persen atau 7,64 juta orang.

Moda lainnya yaitu pesawat sebesar 3,57 persen atau 4,27 juta orang, kereta api jarak jauh sebesar 3,29 persen atau 3,94 juta orang, kapal penyeberangan sebesar 3,14 persen atau 3,75 juta orang, kapal laut sebesar 2,20 persen atau 2,62 juta orang, dan commuter line sebesar 1,93 persen atau 2,30 juta orang.

“Tingginya minat mayarakat terhadap penggunaan kendaraan pribadi mengindikasikan perlunya manajemen lalu lintas yang lebih intensif, khususnya pada ruas tol dan akses menuju simpul transportasi,” terang  Dudy.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: