Persiapan Nataru, KAI Mitigasi 131 Titik Rawan Bencana demi Keselamatan Penumpang

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 19 Desember 2025 | 14:00 WIB
Suasana di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Jumat (5/12/2025). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Suasana di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Jumat (5/12/2025). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan kesiapan penuh dalam mengawal kelancaran angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Fokus utama kali ini adalah memperkuat keamanan di jalur-jalur yang memiliki risiko tinggi terkena dampak cuaca ekstrem.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan bahwa pemetaan dan perbaikan pada jalur rawan bencana telah dilakukan secara optimal. Langkah ini diambil untuk menjamin perjalanan tetap andal meski intensitas hujan meningkat.

"Titik-titik rawan bencana ini sudah kita identifikasi dan sudah kita mitigasi juga," ujar Bobby yang dikutip dari Antaranews pada Kamis (19/12/2025).

Fokus di Jalur Pantura dan Daop 4 Semarang

Bobby menjelaskan bahwa dari total 131 titik rawan di Pulau Jawa—yang mencakup risiko banjir, tanah longsor, hingga gogosan (pengikisan tanah oleh air)—wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang menjadi perhatian khusus.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menaikkan ketinggian rel sekitar 30 sentimeter di kawasan Jalan Kaligawe, Semarang. Hal ini bertujuan untuk memutus siklus banjir tahunan yang kerap mengganggu jadwal perjalanan kereta.

"Jadi kesimpulannya titik-titiknya sudah kita identifikasi, sudah kita mitigasi dan sudah kita perbaiki juga. Ada 131 titik di Jawa yang rawan, seperti yang disampaikan oleh Pak Menteri (Perhubungan Dudy Purwagandhi) tadi, yaitu ada rawan banjir, longsor, dan ada gogosan sungai juga," jelas Bobby.

Siapkan 49 Juta Kursi dan Perjalanan Tambahan

Menghadapi lonjakan penumpang selama 18 hari masa angkutan Nataru (18 Desember 2025 – 4 Januari 2026), KAI Group telah menyiapkan kapasitas yang sangat masif:

  • Total Tempat Duduk: 49.635.448 kursi.
  • Total Perjalanan: 40.493 perjalanan kereta api.
  • Kereta Tambahan: 54 perjalanan KA Antarkota ekstra per hari untuk mengantisipasi tingginya permintaan.

Pesan Menhub: Tanggung Jawab Skala Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengingatkan agar seluruh jajaran KAI waspada terhadap cuaca yang tidak bersahabat. Menurutnya, gangguan pada kereta api bisa berdampak luas pada sektor transportasi lainnya.

"Apalagi kita dihadapkan dengan cuaca yang ekstrem atau cuaca yang tidak bersahabat belakangan ini. Ada potensi banjir, longsor, dan gangguan prasarana perkeretaapian," kata Menhub Dudy.

Ia menekankan bahwa tugas KAI dalam periode libur panjang ini sangat krusial bagi publik.

"Karena itu tanggung jawab yang diemban KAI pada masa Natal dan Tahun Baru ini bukanlah tanggung jawab yang biasa atau tanggung jawab yang ringan, ini adalah tanggung jawab publik dalam skala yang nasional," tambahnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: