Usai Apresiasi, IM57+ Desak KPK Tuntaskan Akar Kasus Korupsi Tanpa Tebang Pilih
BeritaNasional.com - IM57+ Institute mengingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tidak berhenti pada penangkapan awal dalam setiap operasi tangkap tangan (OTT).
Hal itu diungkap eks penyidik KPL sekaligus Ketua IM57+ Institute Lakso Anindito yang menyebut penyelesaian menyeluruh menjadi pekerjaan besar lembaga antikorupsi.
Ia juga mengingatkan agar lembaga antirasuah tidak berbesar kepala dan terlalu senang atas capaiannya yang bisa melakukan OTT tiga kali sehari.
“KPK harus berani membongkar setiap kasus sampai pada tahapan ke akar penerima manfaat utama,” ujar Lakso kepada Beritanasional.com, Minggu (21/12/2025).
“Jangan sampai KPK mengulangi persoalan kasus Blok Medan di Maluku Utara serta korupsi Sumatera Utara dengan tidak membongkar kasus sampai tuntas serta menyeluruh,” imbuhnya.
Lakso meminta pengusutan menyasar pihak berkaitan kekuasaan. Pasalnya, dia merasa dukungan negara menjadi syarat mutlak menjaga kapasitas KPK.
“Presiden perlu menunjukan komitmen serius memberikan dukungan penuh terhadap indepedensi KPK,” tegasnya.
Ia lantas mengubgkap sejarah telah mencatat situasi rawan intervensi ketika KPK berhadapan lembaga penegak hukum lain.
“Sejarah mencatat banyak sekali kasus KPK yang ketika berhadapan dengan penegak hukum lain akan menimbulkan gesekan serta upaya intervensi,” ungkapnya.
Lakso menilai presiden memiliki peran strategis menguatkan KPK di tengah ancaman pelemahan.
Oleh sebab itu, IM57+ berharap arah KPK pada periode ini tidak terhenti pada penetapan tersangka semata dan fokus diarahkan menuju perburuan aktor penerima manfaat utama.
“Inilah saatnya presiden menggunakan kekuasaannya kepentingan permberantasan korupsi,” tandas Lakso.

PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







