Destinasi Wisata Jakarta Diprediksi Padat Saat Nataru, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
BeritaNasional.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, khususnya di kawasan wisata.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, terdapat sejumlah destinasi wisata yang diprediksi menjadi titik rawan kepadatan.
Destinasi tersebut meliputi Taman Margasatwa Ragunan, Monumen Nasional (Monas), Ancol, Pantai Indah Kapuk (PIK), Setu Babakan, Kota Tua, serta Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
“Kita antisipasi lokasi-lokasi wisata di Jakarta yang menjadi tujuan masyarakat dari luar Jakarta untuk berkunjung pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” kata Syafrin kepada wartawan, Minggu (21/12/2025).
Syafrin menjelaskan, Dishub DKI akan memprioritaskan pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan wisata melalui penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas.
Koordinasi lintas instansi juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan pengunjung yang berdampak pada arus kendaraan.
“Tentu kami sudah berkoordinasi terkait pengaturan lalu lintas apabila terjadi kepadatan akibat kunjungan masyarakat ke lokasi-lokasi wisata tersebut,” ujarnya.
Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional, menyesuaikan dengan tingkat kepadatan kendaraan. Salah satu skema yang disiapkan adalah penerapan sistem satu arah di kawasan Ragunan pada jam-jam tertentu.
“Misalnya di Ragunan, akan kami lihat situasinya. Pada jam sibuk pagi bisa diterapkan satu arah masuk ke kawasan Ragunan, dan pada sore hari juga dapat diberlakukan satu arah. Pemantauan akan terus dilakukan di lapangan,” jelasnya.
Selain itu, Dishub DKI juga menyiagakan armada pendukung untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama masa libur Nataru. Sebanyak 80 unit mobil derek, 46 unit mobil patroli, serta dua unit variable message sign (VMS) mobile disiapkan untuk pelayanan dan penyampaian informasi lalu lintas kepada masyarakat.
“Total ada sekitar 80 unit derek yang akan difokuskan untuk pelayanan, termasuk 46 mobil patroli,” rinci Syafrin.
“Selain itu, terdapat dua unit VMS mobile yang akan digunakan untuk pengaturan serta memberikan informasi kepada masyarakat apabila terjadi kepadatan,” tambahnya.
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






