Ingin PBNU Islah, Gus Yahya Sebut Belum Dapat Respons Rais Aam

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 24 Desember 2025 | 16:33 WIB
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengungkapkan upaya islah di internal PBNU yang tengah berkonflik.

Yahya mengaku telah berupaya berkomunikasi dengan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, baik melalui pesan WhatsApp maupun surat resmi untuk meminta pertemuan.

“Pada hari Senin pagi saya telah mengirim surat resmi. Hari-hari Ahad itu saya hanya mengirim pesan melalui WhatsApp, tetapi hari Senin pagi saya kirim surat resmi dengan stempel PBNU kepada beliau untuk memohon waktu menghadap,” ujar Yahya saat konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

“Pada waktu di Lirboyo saya juga menyatakan bahwa setelah tiga hari atau 3x24 jam, saya akan melaporkan hasil upaya saya untuk dapat melakukan islah dengan Rais Aam,” jelasnya.

Yahya mengungkapkan, hingga tiga hari berlalu, dirinya masih belum mendapatkan tanggapan atas permohonan pertemuan tersebut.

“Saya belum mendapatkan jawaban dari Rais Aam mengenai permohonan itu sampai detik ini, sampai siang ini,” ujarnya.

Meski demikian, Yahya menegaskan akan terus berupaya agar dapat bertemu dengan Rais Aam demi tercapainya islah. Menurutnya, islah merupakan satu-satunya jalan keluar dari konflik yang terjadi di tubuh PBNU.

“Dan saya telah mencoba melalui berbagai jalur komunikasi untuk bisa mengomunikasikan permohonan saya untuk menghadap itu, untuk memproses islah itu kepada beliau,” katanya.

Sebagai langkah lanjutan, Yahya menyatakan akan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan seluruh pengurus wilayah dan pengurus cabang Nahdlatul Ulama.

“Saya akan segera memproses komunikasi ini, melakukan koordinasi dengan semua, dan kemudian berembuk dengan segenap PWNU dan PCNU seluruh Indonesia mengenai langkah-langkah apa yang akan kita tempuh bersama untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang kita hadapi saat ini,” jelasnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: