Disusun sejak Pagi, Kejagung Pastikan Uang Rp6,6 Triliun Diserahkan ke Negara Bukan Pinjam dari Bank
BeritaNasional.com - Penampakan uang Rp6,625 triliun yang memenuhi lorong gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung) menjadi torehan prestasi atas pemulihan kerugian negara. Torehan ini kembali membuat Presiden Prabowo Subianto takjub atas capaian tersebut.
Tumpukan uang berkelir merah tersebut dipastikan Kejagung bukan pinjaman dari bank tapi murni hasil sitaan koprs Adhyaksa senilai Rp4,28 triliun dan Satgas PKH Rp2,34 triliun.
“Semua Rp6,6 triliun itu semuanya itu tadi. Uang itu tampil semua. Ditampilkan semua dan itu uang memang uang sitaan, bukan uang pinjaman ya. Pastikan,” kata Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna kepada wartawan, Rabu (24/12/2025).
Menurutnya, uang hasil sitaan dikumpulkan untuk disimpan di rekening milik kejaksaan. Setelah terkumpul, pada momen ini kembali dikeluarkan untuk disetorkan ke Kas Negara melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
“Itu boleh tanya ke bank-nya. Itu uang Kejaksaan punya, hasil sitaan dari hasil penagihan juga kan. Yang kemarin kan ada yang 17 koma sekian triliun, ini penagihan intens nih semua teman-teman nih,” jelasnya.
Anang juga mengatakan fakta lain dari penampakan uang tersebut bukan sekadar seremoni. Karena, proses hingga uang tertumpuk setinggi 1,5 meter itu dilakukan petugas sejak pagi hari.
“Wah, itu dari pagi. Dari Jam 6 sampai. Truk itu tadi yang dari Bank Mandiri aja 4 truk atau 5 truk. Dari pagi, dari jam 6 itu,” jelasnya.
Anang menegaskan dalam proses penataan uang, dilakukan dengan prosedur penjagaan yang ketat. Semua keamanan dilibatkan, untuk memastikan tidak ada pelanggaran dalam prosesnya.
“Penjagaan security-nya, ada pihak bank-nya juga mengawasi, dan di sana pun dijaga oleh keamanan. Jadi pengamanannya itu ekstra ketat dong, uang segitu Rp6,6 triliun,” tuturnya.
Sementara dalam kesempatan penyerahan uang itu, Presiden Prabowo menegaskan pencapaian yang telah dilakukan Satgas PKH barulah awal dari pemulihan kerugian yang dialami negara. Karena, dia yakin negara sudah mengalami kerugian jauh lebih besar.
"Hari ini sekian triliun, yang saya katakan baru ujungnya. Sesungguhnya kalau kita pelajari kerugian kita sangat-sangat besar," kata Prabowo saat pidato dalam acara penyerahan hasil pemulihan kerugian negara.
"Kalau kita teliti dengan baik, mungkin dendanya ratusan triliun harus dibayar. Ada yang bandel, mungkin anggap sepele, ya kita sudah buktikan dan kita akan buktikan bahwa kita tidak main-main," sambung dia.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







