Ribuan Warga Somalia Turun ke Jalan, Kecam Pengakuan Israel atas Kedaulatan Somaliland
BeritaNasional.com - Gelombang protes besar-besaran pecah di Ibu Kota Somalia, Mogadishu, serta sejumlah kota besar lainnya di seluruh negeri pada Selasa (30/12/2025).
Ribuan warga turun ke jalan untuk menyuarakan kemarahan mereka atas langkah Israel yang secara resmi mengakui wilayah separatis Somaliland sebagai negara berdaulat.
Aksi unjuk rasa ini menjadi simbol perlawanan publik Somalia terhadap upaya apa pun yang dianggap merusak persatuan nasional dan integritas wilayah negara di Tanduk Afrika tersebut.
Di wilayah Las Anod, suasana haru sekaligus penuh semangat terlihat saat para demonstran menegaskan kedaulatan mereka. Seorang demonstran perempuan dengan lantang menyuarakan komitmennya untuk menjaga keutuhan negara.
"Kami menyampaikan kepada komunitas global bahwa negara kami, Somalia, merdeka, pernah merdeka, dan akan tetap merdeka. Kami akan melindungi tanah, laut, dan udaranya. Itu milik kami," tegasnya yang dikutip dari Xinhua News pada Selasa (30/12/2025).
Para peserta aksi yang terdiri atas mahasiswa hingga pejabat pemerintah regional membawa spanduk dan meneriakkan slogan anti-Israel.
Mereka menegaskan bahwa Somaliland adalah bagian integral dan tak terpisahkan dari Republik Federal Somalia.
Ketegangan ini bermula saat Israel menjadi negara pertama di dunia yang secara resmi mengakui kedaulatan Somaliland pada 26 Desember lalu.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan menyatakan ambisinya untuk segera menjalin kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai teknologi hingga ekonomi.
Langkah ini langsung memicu reaksi keras dari warga sipil di Somalia. Hussein Ali, salah satu demonstran di Mogadishu, meminta dunia internasional tidak menutup mata atas tindakan provokatif tersebut.
"Tindakan Israel tidak dapat diterima oleh rakyat Somalia, dan Somaliland adalah wilayah yang tidak terpisahkan dari Somalia. Mitra internasional kita tidak boleh tinggal diam atas isu provokatif yang diangkat oleh Israel ini," ujar Ali.
Sembari ribuan warga menggelar aksi di jalanan, Pemerintah Somalia dilaporkan tengah bergerak cepat di panggung diplomasi global. Para pejabat senior Somalia kini gencar menggalang dukungan internasional untuk mengecam keputusan Israel.
Pemerintah Somalia menilai manuver Israel tersebut sebagai langkah berbahaya yang dapat memperburuk ketegangan regional di Afrika Timur serta merusak kohesi politik dalam negeri yang selama ini diperjuangkan.
Sumber: Xinhua News
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 18 jam yang lalu
EKBIS | 17 jam yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu






