Apa Itu Superflu? Influenza H3N2 yang Perlu Diwaspadai
BeritaNasional.com - Istilah superflu belakangan ini menjadi sorotan seiring meningkatnya kasus influenza di sejumlah negara, khususnya di kawasan belahan bumi utara. Superflu merujuk pada virus influenza A tipe H3N2, terutama varian subclade K, yang dikenal memiliki tingkat penularan cukup tinggi dibandingkan varian influenza lainnya.
Meski istilahnya terdengar baru, superflu sejatinya bukanlah virus baru. Virus ini merupakan bagian dari influenza A yang memang mudah bermutasi dan memiliki kemampuan menyebar dengan cepat. Kondisi tersebut kerap terjadi di negara dengan musim dingin, di mana aktivitas masyarakat lebih banyak dilakukan di ruang tertutup sehingga memperbesar risiko penularan.
Tingginya laju penyebaran inilah yang kemudian memunculkan istilah superflu. Dalam berbagai pengamatan, satu orang yang terinfeksi influenza jenis ini diperkirakan dapat menularkan virus kepada dua hingga tiga orang di sekitarnya. Bahkan, ada kemungkinan angka penularan bisa lebih tinggi, meskipun hingga kini masih memerlukan kajian ilmiah lanjutan.
Apa Itu Superflu?
Superflu merupakan istilah populer yang digunakan untuk menggambarkan lonjakan kasus influenza A H3N2 yang terjadi secara signifikan di beberapa negara. Varian ini diketahui melalui pemeriksaan genome sequencing, yaitu metode analisis genetik virus yang juga digunakan secara luas saat pandemi Covid-19 untuk memantau mutasi virus.
Secara klinis, superflu tidak memiliki perbedaan yang mencolok dibandingkan influenza A pada umumnya. Gejala yang ditimbulkan meliputi demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, nyeri tenggorokan, pilek, batuk, serta rasa lelah atau tidak enak badan. Pada sebagian orang, gejala dapat bersifat ringan, namun pada kelompok tertentu dapat berkembang menjadi lebih berat.
Kelompok yang Berisiko Mengalami Komplikasi
Influenza A H3N2 berpotensi menimbulkan kondisi serius pada kelompok rentan. Kelompok tersebut meliputi balita, lansia, ibu hamil, serta individu dengan penyakit penyerta atau gangguan kesehatan tertentu.
Pada anak-anak, risiko lebih tinggi dialami oleh mereka yang memiliki penyakit jantung bawaan atau kondisi medis kronis lainnya. Sementara pada orang dewasa, penderita penyakit kardiovaskular, kanker, gangguan paru, serta individu dengan daya tahan tubuh rendah juga termasuk dalam kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus.
Meski belum ada bukti bahwa superflu menyebabkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan varian influenza lain, lonjakan jumlah kasus tetap perlu diantisipasi. Hal ini karena peningkatan kasus dapat berdampak pada meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan dan perawatan di rumah sakit.
Indonesia Berisiko Influenza Sepanjang Tahun
Berbeda dengan negara empat musim yang memiliki puncak influenza pada waktu tertentu, Indonesia menghadapi risiko penularan influenza sepanjang tahun. Iklim tropis memungkinkan virus influenza terus beredar tanpa pola musim yang jelas.
Oleh karena itu, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi langkah utama dalam mencegah penyebaran influenza, termasuk superflu. Langkah-langkah pencegahan sederhana yang dilakukan secara konsisten dinilai efektif dalam menekan laju penularan virus.
Beberapa upaya pencegahan yang dianjurkan meliputi:
* Menggunakan masker, terutama saat sedang sakit atau berada di keramaian
* Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer
* Menghindari kontak dekat dengan orang yang mengalami gejala flu
* Menerapkan etika batuk dan bersin dengan benar
Virus influenza dapat menyebar melalui percikan droplet saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Selain itu, virus juga dapat menempel pada permukaan benda seperti meja, gagang pintu, tisu, maupun peralatan sehari-hari. Ketika tangan yang terkontaminasi menyentuh hidung, mulut, atau mata, virus dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut dan hidung menggunakan lengan bagian dalam atau tisu. Tisu yang telah digunakan sebaiknya segera dibuang, lalu dilanjutkan dengan mencuci tangan.
Vaksin Influenza Tetap Penting
Selain penerapan PHBS, vaksinasi influenza tetap menjadi salah satu upaya pencegahan paling efektif untuk menurunkan risiko penularan serta mencegah komplikasi berat. Berbagai pedoman kesehatan global menunjukkan bahwa vaksin influenza berperan besar dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat influenza.
Vaksin influenza dianjurkan diberikan secara rutin setiap tahun karena virus influenza terus mengalami mutasi. Formulasi vaksin juga diperbarui secara berkala sesuai dengan prediksi jenis virus yang akan beredar.
Vaksin influenza dapat diberikan mulai usia enam bulan. Pada pemberian awal, vaksin biasanya diberikan dalam dua dosis, kemudian dilanjutkan dengan vaksinasi tahunan untuk memberikan perlindungan optimal, khususnya pada anak-anak usia dini yang termasuk kelompok rentan.
(Rep/Novia Amelia)
OLAHRAGA | 21 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 22 jam yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 18 jam yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu







