PBB: 1 Juta Warga Gaza Terlunta-lunta Butuh Tempat Tinggal

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 03 Januari 2026 | 17:03 WIB
OCHA PBB tengah berbincang dengan masyarakat Gaza, Palestina. (Foto/Dok OCHA PBB)
OCHA PBB tengah berbincang dengan masyarakat Gaza, Palestina. (Foto/Dok OCHA PBB)

BeritaNasional.com - Kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza kian mengkhawatirkan. Kantor Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB melaporkan bahwa lebih dari 1 juta orang atau setara dengan satu dari setiap dua penduduk Gaza kini dalam kondisi kritis dan sangat membutuhkan bantuan tempat tinggal yang layak.

Meskipun ribuan tenda dan ratusan ribu terpal telah disalurkan sejak gencatan senjata dimulai, kebutuhan warga di lapangan tetap tak terpenuhi. Berikut adalah poin-poin utama terkait situasi terkini di Gaza:

1. Bertahan Hidup di Bawah Tenda Rusak

Menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), warga Palestina kini harus berjuang melawan cuaca musim dingin yang ekstrem. 

Ratusan ribu keluarga terpaksa tinggal di tenda-tenda darurat yang kondisinya memprihatinkan banyak yang robek dan rusak akibat terjangan hujan deras, angin kencang, serta luapan air laut.

2. Darurat Sampah dan Ancaman Penyakit

Masalah sanitasi menjadi bom waktu bagi kesehatan warga. PBB mencatat adanya kesenjangan lebar antara jumlah sampah yang dihasilkan dengan yang mampu diangkut. Beberapa kendala utamanya meliputi:

  • Akses Terbatas: Petugas kesulitan menjangkau lokasi pembuangan sampah akhir.
  • Infrastruktur Hancur: Kerusakan jalan dan fasilitas publik menghambat mobilitas.
  • Krisis Bahan Bakar: Kurangnya bahan bakar membuat armada pengangkut sampah tidak bisa beroperasi maksimal.

Program Pembangunan PBB (UNDP) memperingatkan bahwa penumpukan sampah di lokasi pembuangan sementara ini meningkatkan risiko pencemaran lingkungan dan penyebaran penyakit menular secara serius.

3. Upaya Penyelamatan di Tengah Keterbatasan

Meski dalam kondisi sulit, tim yang didukung UNICEF dilaporkan berhasil mengangkut sekitar 1.000 ton sampah padat setiap bulannya sejak gencatan senjata. Langkah ini krusial untuk menjaga kesehatan anak-anak dan keluarga di pengungsian.

4. Desakan untuk Akses Kemanusiaan

Di sisi lain, komunitas internasional menyuarakan keprihatinan atas rencana otoritas Israel yang ingin membatasi operasional sejumlah organisasi non-pemerintah (LSM) internasional. Komite Tetap Antarlembaga PBB menegaskan bahwa peran LSM sangat vital dalam menjaga keberlangsungan bantuan kemanusiaan di wilayah Palestina.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: