Hadapi Ancaman Serangan AS, Kolombia Persiapkan Tentara Berkualitas

Oleh: Kiswondari
Kamis, 08 Januari 2026 | 10:30 WIB
Presiden Kolombia Gustavo Petro tak gentar hadapi ancaman serangan Trump. (BeritaNasional/Instagram Gustavo Petro)
Presiden Kolombia Gustavo Petro tak gentar hadapi ancaman serangan Trump. (BeritaNasional/Instagram Gustavo Petro)

BeritaNasional.com - Menteri Luar Negeri Kolombia Rosa Villavicencio menyatakan kesiapan negara itu untuk menghadapi serangan Amerika Serikat (AS), sebagaimana isi ancaman Presiden AS Donald Trump. Villavicencio bahkan menegaskan bahwa Kolombia memiliki "tentara yang sangat berkualitas" untuk membela diri jika diserang AS.

"Mengenai kemungkinan serangan terhadap negara kita oleh AS, kita juga telah bersikap jelas dan pembelaan kedaulatan kita adalah bagian dari tatanan internasional. Untuk itu, kita memiliki tentara yang sangat berkualitas, yang dipimpin oleh kepala negara kita, Presiden Gustavo Petro, yang harus membela penduduk kita jika hal itu terjadi," kata Villavicencio, dikutip dari laporan Latin Times, Kamis (8/1/2026). 

Sementara itu, Presiden Kolombia Gustavo Petro telah berulang kali membalas ancaman Trump dengan mengejek pemerintahan Trump usai penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu. 

Bahkan, pada pidato publik akhir pekan, Petro secara khusus menargetkan Sekretaris Luar Negeri AS Marco Rubio, dengan menantangnya untuk menangkap dirinya.

"Jika Anda ingin memenjarakan saya, cobalah. Cobalah untuk memasukkan saya ke dalam penjara. Rakyat Kolombia akan membela saya. Orang-orang ini tidak akan berlutut di hadapan Anda. Tidak ada orang Kolombia yang bersalah atas apa yang terjadi pada kakek atau ayah Anda di Kuba," klaimnya.

Dalam akun X-nya, Petro juga mengunggah bahwa ia sangat menolak kebohongan Trump tentang dirinya.

"Anda tidak boleh mengancam seorang presiden Amerika Latin yang memulai dengan pertempuran bersenjata dan kemudian berjuang untuk perdamaian bagi rakyat Kolombia," tulisnya.

Pada unggahan lainnya, Petro mengatakan bahwa ia belajar untuk tidak menjadi budak dan menolak ungkapan sepihak yang mengklaim Kolombia sebagai wilayah kekuasaan AS.

"Kami, rakyat Amerika Latin, adalah republikan dan independen, serta revolusioner. Jangan berpikir Amerika Latin hanyalah sarang penjahat yang meracuni rakyat Anda. Hormati kami dan bacalah sejarah kami, saya membaca sejarah Anda untuk memahami Anda. Jangan melihat pengedar narkoba di mana hanya ada pejuang sejati demokrasi dan kebebasan," tegasnya. 

Sebelumnya, pada Minggu (4/1/2026) malam, Trump memperburuk situasi dengan mengatakan bahwa Petro bisa menjadi orang berikutnya yang jatuh setelah Maduro.

Kepada awak media dalam perjalanan dengan pesawat Air Force One, Trump mengatakan bahwa Kolombia dijalankan oleh seorang pria sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke AS, dan dalam waktu yang tidak lama lagi tidak akan bisa melakukannya.

Trump juga menuding bahwa Kolombia memiliki pabrik dan tempat pembuatan kokain. Dan saat ditanya apakah akan ada operasi AS di Kolombia, Trump malah menyetujui pertanyaan itu.

"Kedengarannya bagus bagi saya," jawab Trump.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: