Tiang Monorel Rasuna Said Dibongkar Mulai 14 Januari 2026

Oleh: Lydia Fransisca
Jumat, 09 Januari 2026 | 21:13 WIB
Kendaraan melintas di samping deretan tiang pancang monorel di Kawasan Kuningan, Jakarta,Jumat (24/10/2025).  (Beritanasional.com/Okeatmaja)
Kendaraan melintas di samping deretan tiang pancang monorel di Kawasan Kuningan, Jakarta,Jumat (24/10/2025). (Beritanasional.com/Okeatmaja)

BeritaNasional.com -  Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pihaknya akan membongkar tiang monorel di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu (14/1/2026) pekan depan.

“Harinya sudah kita tentukan, hari Rabu,” kata Pramono di Jakarta Pusat, dikutip Jumat (9/1/2026).

Pramono mengatakan dirinya telah meminta Dinas Bina Marga untuk memaksimalkan proses pembongkaran pada malam hari.

“Dan tentunya saya juga sudah meminta kepada Dinas Bina Marga agar pembongkaran dilakukan secara maksimal pada malam hari, supaya tidak mengganggu transportasi yang ada di Rasuna Said,” ujar Pramono.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, guna mendukung kegiatan pembongkaran tiang monorel.

Seperti diketahui, tidak akan ada penutupan jalan selama proses pembongkaran tersebut.

“Di sana kan ada dua lajur, ada jalur lambat dan jalur cepat. Jadi pada saat alat berat masuk, itu akan berada di sisi jalur lambat. Sementara jalur cepat tetap berfungsi,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, dikutip Jumat (9/1/2026).

Syafrin menambahkan, proses pembongkaran akan dilakukan pada malam hari. Namun, ia belum mengetahui secara pasti jam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Tapi rencananya dari kapan sampai kapan, berapa lama, itu nanti dengan teman-teman Dinas Bina Marga yang melakukan eksekusi,” ujar Syafrin.

Pihaknya juga akan menyiapkan spanduk atau rambu agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas dengan adanya proses pembongkaran tiang monorel.

“Sudah, kami terus berkoordinasi terkait hal tersebut. Oleh sebab itu, tidak ada penutupan jalan, hanya penggunaan jalur lambat untuk penempatan alat berat saat pelaksanaan pembongkaran,” ucap Syafrin.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: