Gelombang Tinggi Ancam Pelayaran 12-15 Januari, BMKG Keluarkan Peringatan

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 12 Januari 2026 | 12:05 WIB
Ilustrasi gelombang tinggi air laut. (Foto/Freepik)
Ilustrasi gelombang tinggi air laut. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada periode 12-15 Januari 2026. Peringatan ini dikeluarkan menyusul adanya peningkatan kecepatan angin di beberapa perairan yang dapat memicu gelombang tinggi dan berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

BMKG menjelaskan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 6–25 knot, sementara di wilayah Indonesia bagian selatan bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 8–30 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Arafuru,” demikian keterangan BMKG dalam pernyataan resminya, Senin (12/1/2026).

Kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan, antara lain Selat Malaka bagian utara, Laut Jawa, Selat Karimata, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Sawu, serta Samudra Hindia di selatan Jawa, Bali, NTT, dan barat Sumatra. Selain itu, gelombang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Laut Banda, serta Laut Arafuru bagian barat, tengah, dan timur.

BMKG menegaskan, potensi gelombang tinggi tersebut dapat membahayakan aktivitas pelayaran.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi nelayan dan operator transportasi laut,” tulis BMKG.

Adapun risiko keselamatan dapat meningkat bagi perahu nelayan saat kecepatan angin melebihi 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter, kapal tongkang pada angin di atas 16 knot dan gelombang 1,5 meter, kapal ferry pada angin di atas 21 knot dan gelombang 2,5 meter, serta kapal besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar saat angin melampaui 27 knot dan gelombang di atas 4 meter.

BMKG juga meminta masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir yang berpotensi terdampak gelombang tinggi agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi cuaca maritim terkini sebelum melaut.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: