SBY Ungkap Negara Bertanggung Jawab Pastikan Bangsa Tetap Rukun
BeritaNasional.com - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan negara harus memastikan bangsa Indonesia tetap rukun dan bersatu.
Sebab, banyak bangsa di dunia yang hidup dalam kegelapan dan tidak memiliki harapan atas masa depannya.
Menurut presiden keenam RI ini, hal itu terjadi karena bangsa gagal merajut persaudaraan, kebersamaan, dan kerukunan. Karena itu, bangsa menjadi terpecah, terbelah, dan terus dalam kondisi permusuhan.
"Dunia banyak memberikan pelajaran. Banyak negara, banyak bangsa yang hidup dalam kegelapan dan tidak memiliki harapan atas masa depannya. Mengapa itu terjadi? Karena bangsa itu gagal untuk merajut persaudaraan, kebersamaan dan kerukunan. Bangsa itu terpecah dan terbelah, dan terus dalam suasana pertikaian dan permusuhan," ujar SBY saat Perayaan Natal Nasional Partai Demokrat di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (12/1/2026).
"Tentu bukan contoh seperti itu yang ingin kita bangun dan tuju di negeri ini. Bukan itu pilihan yang mesti dipilih oleh bangsa kita. Oleh karena itu negara, pemerintah, para pemimpin bertanggung jawab secara moral untuk memastikan bangsa kita ini sampai kapan pun akan tetap rukun, bersatu dengan persaudaraan yang tinggi," tegasnya.
SBY mengajak agar persatuan dan kerukunan dijaga dan dirawat. Hal itu menjadi tugas para pemimpin di Indonesia, termasuk pemimpin agama dan tokoh masyarakat.
"Menjaga persatuan dan kerukunan, unity in diversity, harmony in diversity, bukan not to be taken for granted. Harus dijaga, dirawat sampai kapan pun dan itu misi, kewajiban dan tanggung jawab para pemimpin di negeri ini, termasuk para pemimpin agama, para tokoh masyarakat di samping mereka-mereka yang sedang mengemban amanah untuk memimpin negara dan pemerintahan," ujar SBY.
Menurut dia, selain pikiran cerdas, kepemimpinan efektif di seluruh negeri serta persaudaraan, kerukunan dan kebersamaan rakyat membuat negara semakin baik ke depan.
"Saya yakin di dunianya para pendiri republik, para founding fathers, tersenyum bahagia malam hari ini karena bisa dirasakan kedekatan kita, kebersamaan kita, saling menyapa, saling menaburkan kasih dan sayang, dan inilah yang harus hadir di mana pun sebetulnya, terutama di negeri yang kita cintai bersama ini," ujar SBY.
SBY berharap momen Natal membawa kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan untuk umat Kristiani. Momen Natal diharapkan membawa kebaikan dunia.
"Oleh karena itu para pemimpin dunia, bangsa-bangsa sedunia, punya tanggung jawab moral agar dunia ini tidak mengarah ke arah yang salah. Semua bertanggung jawab dan do something untuk memastikan dunia yang kita cintai makin ke depan makin damai, makin adil dan makin sejahtera," katanya.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







