Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Bahlil Serahkan Sepenuhnya ke Presiden Prabowo

Oleh: Ahda Bayhaqi
Kamis, 22 Januari 2026 | 17:36 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. (BeritaNasional/Elvis)
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. (BeritaNasional/Elvis)

BeritaNasional.com - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menanggapi isu Presiden Prabowo Subianto akan melakukan perombakan kabinet atau reshuffle. Disebut sejumlah menteri dari Partai Golkar akan dikocok ulang, termasuk Bahlil menjadi menteri koordinator.

"Kita sebagai menteri itu kan pembantu presiden," kata Bahlil menanggapi isu reshuffle saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Menteri ESDM ini mengatakan, sebagai pembantu presiden menyerahkan keputusan kepada Presiden Prabowo Subianto. Sebab presiden yang memiliki hak prerogatif mengangkat dan memberhentikan menteri.

"Yang namanya pembantu presiden, mengangkat, memberhentikan menteri itu adalah hak prerogatif presiden," kata Bahlil.

Sebelumnya, Istana telah membantah ada rencana melakukan reshuffle kabinet. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membantah bakal ada reshuffle dalam waktu dekat.

"Reshuffle Apa? Belum ada," kata Prasetyo pada Senin (19/1/2026).

Sementara, Presiden Prabowo melakukan reshuffle terakhir 17 September 2025. Tercatat Presiden Prabowo telah melakukan tiga kali reshuffle dalam satu tahun memimpin negara.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: