Polisi Imbau Masyarakat Tak Sebarkan Foto dan Narasi Liar soal Kematian Lula Lahfah
BeritaNasional.com - Meninggalnya selebgram Lula Lahfah menimbulkan kehebohan, khususnya di media sosial (medsos). Banyak unggahan yang menampilkan foto dengan narasi tak bisa dipertanggungjawabkan sehingga memunculkan spekulasi liar.
Atas hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengimbau masyarakat untuk berempati dan menghormati duka keluarga almarhumah.
"Kami juga mengimbau untuk kita menjaga empati keluarga almarhum atas kejadian ini," kata Budi kepada wartawan pada Senin (26/1/2026).
Bentuk empati, lanjut Budi, adalah tidak menyebar foto jenazah, data pribadi, hingga spekulasi liar yang hanya memperkeruh suasana. Dengan begitu, masyarakat diharapkan bisa bijak dalam bermedia sosial.
"Empati atas duka cita yang terjadi, termasuk menyebarkan foto almarhum serta asumsi yang kurang baik. Alangkah baiknya kita mendoakan agar almarhumah tenang di alam sana," terangnya.
Sebab, kasus kematian kekasih YouTuber Reza Arap tersebut masih ditangani pihak kepolisian. Pihaknya mendalami keterangan saksi dan barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.
"Saat ini, penyelidik dari Polsek Kebayoran Baru dan Satreskrim Polrestro Jaksel masih mendalami sebab kematian, pemeriksaan saksi-saksi, serta analisis barang bukti yang ada," ujar Budi.
Budi mengatakan dokter tidak menemukan tanda kekerasan di tubuh korban berdasarkan pemeriksaan luar. Dengan begitu, pihak kepolisian masih menunggu hasil uji laboratorium forensik dan visum terhadap jenazah korban.
"Secara umum, keterangan dokter yang memeriksa luar jenazah tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan. Nanti setelah hasil uji laboratorium terhadap barang bukti dan lain-lain, akan kami sampaikan ke publik," tandas Budi.
Diketahui, Lula Lahfah ditemukan tewas dengan posisi telentang di atas kasur oleh petugas keamanan apartemen sekitar pukul 18.44 WIB di Apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
Kekasih YouTuber sekaligus figur publik Reza Arab tersebut segera ditangani aparat kepolisian untuk segera dievakuasi ke Rumah Sakit Fatmawati untuk keperluan pemeriksaan medis.
Sementara itu, petugas kepolisian turut mengonfirmasi, dari hasil penyelidikan awal, ditemukan adanya obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







