Mensos Sebut Butuh Anggaran Lebih dari Rp2 Triliun untuk Pemulihan Bencana Sumatera

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 27 Januari 2026 | 19:14 WIB
Mensos Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul (kiri) saat Rapat Kerja Komisi VIII DPR. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)
Mensos Syaifullah Yusuf alias Gus Ipul (kiri) saat Rapat Kerja Komisi VIII DPR. (BeritaNasional/Elvis Sendouw)

BeritaNasional.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengungkapkan kebutuhan anggaran Kementerian Sosial (Kemensos) untuk pemulihan pascabencana Sumatera diperkirakan lebih dari Rp2 triliun. 

Hal itu disampaikan Gus Ipul kepada Komisi VIII DPR saat rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

"Kebutuhan anggaran penanganan pascabencana Sumatera aja diperkirakan Rp2 triliun lebih," ujar Gus Ipul.

Sementara itu, saat ini, anggaran yang tersedia Rp600 miliar. Sehingga masih ada kekurangan lebih dari Rp1 triliun. Anggaran itu difokuskan untuk keluarga terdampar bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumber).

"Anggaran yang tersedia di RO kami adalah 600 miliar lebih, tadi sudah kami sampaikan sehingga masih ada kekurangan sekitar 1 triliun lebih," kata Gus Ipul.

Ia mengungkapkan anggaran kebencanaan Rp519 miliar pada 2025, sedangkan untuk 2026 hanya Rp179 miliar.

"Turun di tahun 2025 sebesar Rp339 miliar lebih. Jadi, ada penurunan. Untuk itu, nanti mohon bisa didiskusikan dan kita mohon dukungan dari para anggota DPR," kata Gus Ipul.

Kementerian Sosial (Kemensos) meminta dukungan DPR karena pemulihan bencana di tiga provinsi Sumatera butuh Rp2 triliun. Jadi, dibutuhkan dukungan untuk anggaran sisa.

"Ini simulasi kami, jadi dan untuk santunan ahli waris, kemudian untuk isian hunian tetap dan hunian sementara, untuk penguatan ekonomi bagi korban bencana, dan bantuan jaminan hidup atau pemberian lauk pauk. Ini adalah simulasi kami berdasarkan pada data sementara. Data sementara yang kami terima dari BNPB, kemudian nanti tentu pada akhirnya berdasarkan usulan dari kabupaten kota yang nanti disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri baru kami salurkan," jelas Gus Ipul.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: