Bantu Pemulihan Ekonomi, Bank Dunia Kucurkan Dana USD350 Juta untuk Lebanon
BeritaNasional.com - Dewan Direksi Eksekutif Bank Dunia secara resmi menyetujui paket pembiayaan USD350 juta (sekitar Rp5,5 triliun) untuk mendukung proses pemulihan ekonomi Lebanon.
Langkah ini diambil guna memperkuat jaringan pengaman sosial bagi kelompok masyarakat miskin dan rentan, sekaligus memodernisasi layanan publik melalui transformasi digital.
Pendanaan besar ini hadir di tengah kondisi Lebanon yang masih berjuang melawan krisis ekonomi berkepanjangan yang telah memukul banyak sektor kehidupan di negara tersebut.
Berdasarkan pernyataan resmi Bank Dunia pada Selasa (27/1/2026), dana tersebut akan dialokasikan ke dalam dua proyek strategis utama.
Penguatan Jaringan Sosial (USD200 juta). Dana ini ditujukan untuk perluasan sistem perlindungan sosial nasional. Tujuannya agar warga yang paling terdampak krisis bisa mendapatkan bantuan yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
Transformasi Digital (USD150 Juta). Melalui Proyek Percepatan Digital Lebanon, dana ini akan digunakan untuk mempercepat digitalisasi layanan pemerintah yang menjadi prioritas, sehingga akses layanan publik menjadi lebih cepat dan efisien.
Direktur Divisi Bank Dunia untuk Departemen Timur Tengah, Jean-Christophe Carret, menekankan bahwa Lebanon saat ini berada dalam fase pemulihan yang sangat sensitif.
"Lebanon sedang mengalami pemulihan yang rapuh. Paket pembiayaan baru ini dirancang untuk memperkuat pemulihan ekonomi Lebanon, penciptaan lapangan kerja, dan kemampuan negara tersebut untuk memberikan layanan publik yang berdampak tinggi kepada seluruh warganya," jelas Carret.
Krisis multidimensi di Lebanon telah memperparah tantangan sosial dan ekonomi yang sudah ada sejak lama. Bank Dunia mencatat bahwa krisis ini telah mendorong sebagian besar penduduk ke ambang kemiskinan.
Kondisi tersebut membuat banyak rumah tangga kini berada dalam posisi rentan terhadap kerawanan pangan, masalah gizi buruk, serta terbatasnya akses ke layanan kesehatan.
Hadirnya paket bantuan ini diharapkan mampu menjadi bantalan ekonomi bagi warga Lebanon yang tengah berjuang untuk bangkit.
Sumber: Xinhua News
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 20 jam yang lalu
EKBIS | 20 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu






