Kapal Induk AS Bergerak ke Timur Tengah di Tengah Ketegangan dengan Iran

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Rabu, 28 Januari 2026 | 01:30 WIB
Kapal induk sudah berangkat ke Timur Tengah (BeritaNasional/CENTCOM)
Kapal induk sudah berangkat ke Timur Tengah (BeritaNasional/CENTCOM)

BeritaNasional.com - Amerika Serikat (AS) memperluas secara signifikan kehadiran militer di Timur Tengah seiring meningkatnya ketegangan dengan Iran, meskipun Presiden Donald Trump mengatakan, ia berharap penggunaan kekuatan tidak akan diperlukan.

Kapal induk USS Abraham Lincoln beserta unit tempur memasuki wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS di Samudra Hindia bagian barat, yang menempatkan kapal tersebut dalam jarak serang cepat terhadap Iran, kata pejabat AS kepada The New York Times dan Reuters.

Penempatan tersebut mencakup beberapa kapal perusak berpeluru kendali yang dilengkapi rudal jelajah Tomahawk.

Pejabat militer AS mengatakan, jika diperintahkan oleh Gedung Putih, kapal induk tersebut dapat melaksanakan operasi dalam satu atau dua hari.

CNN mengutip dua sumber, melaporkan bahwa posisi baru kapal induk itu memungkinkan dukungan yang lebih cepat terhadap potensi operasi AS yang menargetkan Iran.

Peningkatan kekuatan militer tersebut terjadi ketika Presiden Trump menerima penilaian intelijen yang menyebutkan bahwa kepemimpinan Iran sedang berada pada momen paling rapuh sejak Revolusi Islam 1979, menurut sumber yang mengetahui laporan tersebut dan dikutip oleh The New York Times.

Kendati demikian, para pejabat mengatakan masih belum jelas langkah apa yang pada akhirnya akan diambil oleh Pemerintahan AS.

Sementara itu, menurut pejabat AS yang dikutip oleh Times, Pentagon telah mengirim sekitar selusin pesawat tempur serang F-15E tambahan ke kawasan tersebut untuk memperkuat kemampuan serangan.

Selain itu, AS juga telah mengerahkan sistem pertahanan rudal Patriot dan THAAD tambahan guna melindungi pasukan Amerika dari kemungkinan serangan balasan berupa rudal jarak pendek dan menengah Iran.

Pesawat pengebom jarak jauh yang berbasis di AS tetap berada dalam status siaga tinggi, lapor Times. Pentagon juga menaikkan tingkat kewaspadaan sekitar dua minggu lalu setelah Trump meminta opsi respons militer menyusul tindakan keras Iran terhadap aksi protes.

Adapun Trump dalam pernyataan publik, menggambarkan pengerahan tersebut sebagai langkah pencegahan.

Trump berharap agar armada tersebut tidak perlu digunakan.

Sumber: Antara
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: