KPK Ungkap Laporan Gratifikasi Meningkat, Paling Rawan Sektor Kehutanan, Pertambangan sampai Perbankan
BeritaNasional.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mengungkap, laporan gratifikasi meningkat menjadi 1.916 laporan di tahun 2025. Hal itu disampaikannya saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
"Untuk pengelolaan gratifikasi dan pengelolaan pelayanan publik, KPK mencatat gratifikasi sebanyak 1.916 laporan, meningkat dibanding tahun sebelumnya," ujar Setyo.
Meskipun secara kuantitas laporan meningkat, besaran gratifikasi yang dilaporkan mengalami penurunan. Secara nilai rupiah, mengalami penurunan dari Rp7,98 miliar menjadi Rp5,8 miliar
"Untuk itu kegiatannya melalui pengendalian gratifikasi dan perbaikan pemahaman KPK telah melaksanakan monitoring dan evaluasi implementasi pengendalian gratifikasi, kemudian perbaikan sistem pelayanan publik, penyusunan peta kerawanan praktik gratifikasi," jelas Setyo.
KPK juga melakukan kegiatan pengendalian gratifikasi dengan pemerintah daerah (pemda) dan sektor non pemerintah daerah. Terutama di daerah yang memiliki kategori risiko sedang dan tinggi.
Kemudian, kata dia, KPK telah memetakan sejumlah peta kerawanan gratifikasi. Sejumlah sektor yang rawan adalah kehutanan, pertambangan, perkebunan, lingkungan hidup, ketenagalistrikan, perdagangan, manajemen SDM dan perbankan.
"Berdasarkan pemetaan dengan pendekatan kualitatif dihasilkan peta kerawanan untuk kegiatan pelayanan di sektor-sektor seperti kehutanan, pertambangan, perkebunan, lingkungan hidup, ketenagalistrikan, perdagangan, manajemen SDM, dan perbankan," jelas Setyo.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu







