Bantah “Nyanyian” Noel, Ketua KPK Tegaskan Tidak Target Menteri Tertentu

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 28 Januari 2026 | 17:46 WIB
Noel minta amnesti (Beritanasional/Oke Atmadja)
Noel minta amnesti (Beritanasional/Oke Atmadja)

BeritaNasional.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto membantah pernyataan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel terkait adanya menteri tertentu yang akan dikasuskan.

Setyo mengatakan, pernyataan Noel disampaikan di luar konteks pemeriksaan dalam persidangan. Menurutnya, KPK hanya berpegang pada fakta-fakta yang terungkap di persidangan.

"Tolong dilihat kembali dan dipastikan konteks penyampaiannya, apakah dalam proses pemeriksaan persidangan atau di luar proses persidangan. Kalau kami melihat itu disampaikan di luar konteks pemeriksaan persidangan, ya apa saja mungkin bisa disampaikan," ujar Setyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Setyo menegaskan, tidak ada rencana KPK menargetkan menteri tertentu agar terjerat kasus korupsi.

"Kami hanya berpegang pada fakta yang ada dalam proses pemeriksaan di persidangan, itu yang paling penting. Jadi kalau kemudian ada anggapan KPK menargetkan kementerian tertentu, itu tidak ada," tegasnya.

Setyo juga menambahkan, KPK bekerja murni sesuai dengan proses hukum, baik melalui pengaduan maupun laporan dari masyarakat.

"Kami tidak pernah menargetkan siapa pun. Proses penanganan perkara dilakukan secara murni berdasarkan pengaduan dan laporan masyarakat yang diterima KPK, kemudian ditelaah, dikaji, dan dievaluasi hingga menjadi dasar untuk dilakukan proses penyelidikan," ujarnya.

Sebelumnya, mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer mengungkap keberadaan organisasi kemasyarakatan (ormas) serta partai politik yang diduga terlibat dalam praktik pemerasan pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan.

Hal itu disampaikannya sebelum menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat. Noel menegaskan, ormas tersebut tidak berbasis agama.

"Ormasnya dulu ya. Yang jelas tidak berbasis agama. Partainya ada huruf K-nya. Sudah itu dulu clue-nya," ujar Noel, Selasa (27/1/2025).

Noel tidak membeberkan secara gamblang nama ormas dan partai tersebut. Ia menegaskan, kedua entitas itu menerima aliran dana dalam rangkaian pemerasan.

"Alirannya, bukan keterlibatannya. Alirannya," ujarnya.

Noel Klaim Punya Info A1 Purbaya Terjerat Kasus Korupsi

Dalam kesempatan yang sama, Noel juga menyampaikan peringatan kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang disebutnya berpotensi terjerat kasus hukum. Ia mengklaim memperoleh informasi terpercaya terkait dugaan upaya menjerat Purbaya.

"Pesan nih buat Pak Purbaya. Modusnya hampir sama semua. Hati-hati, Pak Purbaya. Sejengkal lagi," tutur Noel.

"Saya mendapatkan informasi A1, Pak Purbaya akan ‘di-Noel-kan’. Hati-hati tuh, Pak Purbaya," imbuhnya.

Noel menyebut, Purbaya telah mengganggu kepentingan kelompok yang bermain di pasar gelap, termasuk mafia impor pakaian bekas.

"Siapa pun yang mengganggu pesta para bandit ini, mereka akan melepaskan anjing liar untuk menggigit Pak Purbaya. Kasihan Pak Purbaya, ada pesta yang terganggu," ujarnya.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: