Bansos Rp1,2 T Disalurkan ke Warga Terdampak Bencana Sumatera

Oleh: Kiswondari
Selasa, 03 Februari 2026 | 18:50 WIB
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dalam Raker Komisi VIII DPR. (BeritaNasional/YouTube TVR Parlemen)
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dalam Raker Komisi VIII DPR. (BeritaNasional/YouTube TVR Parlemen)

BeritaNasional.com - Bantuan Sosial (Bansos) dengan total anggaran Rp1,2 triliun dalam telah disalurkan Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) triwulan I untuk tiga provinsi terdampak bencana yakni, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Pada tanggal 1 Februari 2026 warga terdampak menerima bansos reguler PKH dan sembako atau BPNT, jadi kita sudah salurkan untuk triwulan pertama wabilkhusus di tiga provinsi itu," kata Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR dengan Menteri Sosial, Kepala BNPB, Kepala BPKH dan Baznas di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). 

Agus menguraikan jumlah penerima PKH dan BPNT untuk warga terdampak bencana di Sumatera. Untuk Aceh, ada 318.143 keluarga penerima manfaat program PKH dengan total anggaran Rp235.614.175.000, dan untuk bantuan sembako atau BPNT di Aceh disalurkan kepada sebanyak 519.754 keluarga.

"Jadi total anggaran untuk Provinsi Aceh, baik itu PKH maupun sembako sebanyak Rp311.852.400.000," jelasnya. 

Sedangkan untuk Provinsi Sumatra Utara, lanjut Agus, penerima PKH sebanyak 513.914 keluarga dan BPNT disalurkan kepada 889.212 keluarga. Total anggaran PKH dan BPNT di Sumatera Utara yang telah disalurkan sebesar Rp533.527.200.000.

Lalu untuk Provinsi Sumatera Barat, penerima PKH ada 188.279 keluarga dengan total anggaran Rp144.586.375.000 dan BPNT disalurkan kepada 354.072 keluarga dengan total anggaran sebesar Rp212.443.200.000.

Agus menambahkan, per tanggal 1 Februari 2026, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat mencapai 1.204 jiwa.

"Kabupaten/kota yang terdampak ada 53, kemudian total yang mengungsi 106.000 jiwa, yang masih dinyatakan hilang ada 140 jiwa," urai Agus Jabo.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: