Ungkap Data Korban Meninggal di 2025, Kepala BNPB Sebut Banjir-Longsor Perlu Jadi Perhatian

Oleh: Ahda Bayhaqi
Selasa, 03 Februari 2026 | 18:02 WIB
Kepala BNPB Suharyanto saat memberikan keterangan. (Foto/BNPB)
Kepala BNPB Suharyanto saat memberikan keterangan. (Foto/BNPB)

BeritaNasional.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan bencana hidrometeorologi seperti banjir harus menjadi perhatian serius. Sebab, sejak 2009 sampai sekarang, bencana tersebut telah memakan banyak korban jiwa.

"Dari beberapa klaster bencana yang sering terjadi di Indonesia adalah bencana hidrometeorologi basah dan kami punya data bahwa beberapa tahun terakhir di samping banjir dan banjir bandang ternyata juga tanah longsor ini sekarang menjadi bencana yang harus kita perhatikan secara lebih seksama," kata Suharyanto saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

BNPB mencatat data korban bencana hidrometeorologi di tahun 2025 mencapai angka 1.354 orang meninggal dunia, 18 orang hilang. Selain itu, terjadi 330 kali longsor.

"Di tahun 2025 sendiri, dari 2009 kali bencana hidrometri basah itu ada 1.353 orang meninggal dunia, 183 orang hilang. Sebanyak 330 kali di antaranya longsor," jelas Suharyanto.

BNPB mencatat korban longsor mencapai 237 orang meninggal dunia dan 31 orang hilang.

Karena itu, ke depan, perlu diperhatikan dan diprioritaskan menghadapi longsor.

"Ini perlu kami sampaikan kepada bapak ibu bahwa ke depan mungkin menghadapi bencana longsor ini juga menjadi prioritas yang harus kita perhatikan bersama," ujar Suharyanto.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: